Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Gletser Cair dan Potensi ‘Kebangkitan’ Spesies Purba: Penjelasan Ilmiah

Oleh Herfansyah September 1, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Fenomena mencairnya gletser secara masif, yang sempat disorot saat banjir Nepal, memunculkan spekulasi menarik terkait potensi kembalinya spesies-spesies yang telah lama terperangkap dalam lapisan es. Gofar Hilman turut membahas isu ini, memicu keingintahuan publik tentang kemungkinan spesies yang dianggap ‘mati suri’ dapat hidup kembali.

Isu ini menjadi topik hangat ketika Gofar Hilman mengangkatnya, mengaitkannya dengan peristiwa banjir besar di Nepal yang diduga akibat mencairnya gletser. Ia mengemukakan gagasan bahwa lapisan es yang tebal selama ribuan, bahkan jutaan tahun, bisa saja menjadi ‘penjara’ bagi organisme purba. Ketika es tersebut mencair, ada kemungkinan organisme tersebut, meskipun dalam keadaan dorman atau ‘mati suri’, dapat kembali hidup.

Gagasan tentang spesies yang hidup kembali dari zaman purba bukanlah hal yang sepenuhnya baru dalam ranah fiksi ilmiah. Namun, ketika dikaitkan dengan fenomena alam nyata seperti pencairan gletser, hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang batas antara imajinasi dan sains. Potensi organisme purba untuk bertahan hidup dalam kondisi beku dalam jangka waktu yang sangat lama memang menjadi subjek penelitian ilmiah.

Menanggapi spekulasi yang berkembang, para peneliti memberikan pandangan ilmiah mereka. Meskipun konsep kebangkitan spesies dari zaman purba terdengar fantastis, ilmuwan menekankan bahwa kelangsungan hidup organisme dalam kondisi ekstrim seperti di dalam es memiliki batasan ilmiah. Ada faktor-faktor biologis dan lingkungan yang menentukan apakah suatu organisme dapat kembali hidup setelah periode dormansi yang panjang.

Para ahli biologi dan klimatolog menjelaskan bahwa meskipun beberapa mikroorganisme, seperti bakteri atau archaea, diketahui memiliki kemampuan luar biasa untuk bertahan dalam kondisi beku selama ribuan tahun dan dapat dihidupkan kembali, hal ini sangat berbeda dengan organisme yang lebih kompleks. Untuk organisme yang lebih besar, kelangsungan hidup dalam kondisi seperti itu sangat bergantung pada integritas seluler dan molekuler mereka.

Proses pencairan gletser memang dapat melepaskan materi genetik atau bahkan organisme yang terperangkap. Namun, apakah materi tersebut masih viable atau mampu untuk kembali hidup adalah pertanyaan krusial. Seringkali, paparan terhadap lingkungan baru, perubahan suhu yang drastis, atau kerusakan DNA selama periode beku yang sangat lama dapat membuat organisme tersebut tidak dapat pulih.

Oleh karena itu, sementara Gofar Hilman mengangkat topik menarik tentang potensi kebangkitan spesies dari gletser cair, para peneliti menekankan perlunya pemahaman ilmiah yang mendalam. Fokus utama adalah pada kemampuan organisme untuk bertahan hidup dan pulih dari kondisi dormansi yang ekstrem, serta faktor-faktor yang memengaruhi kelangsungan hidup mereka di masa kini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp