Thursday, 3 September 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Gestur Tutup Mulut Berujung Kartu Merah di Super League 2026/2027

Oleh Emanuel September 3, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Para pemain yang berkompetisi di Super League mulai musim 2026/2027 harus berhati-hati dengan gestur tubuh mereka. Dewan Pengawas Liga Sepak Bola Profesional (LPFL) telah menetapkan bahwa tindakan ‘tutup mulut’ akan berujung pada hukuman kartu merah langsung dari wasit.

Keputusan tegas ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan insiden gestur yang dianggap provokatif dan tidak pantas di lapangan. LPFL berupaya menjaga integritas dan sportivitas kompetisi tertinggi di Indonesia.

Ketua LPFL, Erwin Tobing, menegaskan bahwa aturan baru ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih kondusif. “Kami ingin memberikan contoh yang baik bagi generasi muda dan penonton. Gestur seperti ini tidak mencerminkan nilai-nilai sportivitas yang ingin kami junjung tinggi,” ujar Erwin Tobing.

Aturan mengenai kartu merah untuk gestur tutup mulut akan mulai berlaku efektif pada gelaran Super League musim 2026/2027. Seluruh klub peserta telah diinformasikan mengenai regulasi baru ini dan diharapkan dapat mensosialisasikannya kepada para pemain mereka.

Selain gestur tutup mulut, LPFL juga terus mengevaluasi dan memperbarui berbagai aturan pertandingan demi kemajuan sepak bola Indonesia. Fokus utamanya adalah pada peningkatan kualitas permainan, penegakan disiplin, serta perlindungan terhadap pemain dan ofisial.

Keputusan ini diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik antar pemain dan menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung. Para pemain diharapkan lebih mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan menghargai keputusan wasit serta lawan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp