Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menimbulkan dampak signifikan pada infrastruktur telekomunikasi. Sebanyak 200 base transceiver station (BTS) dilaporkan mengalami gangguan, mengancam kelancaran komunikasi di berbagai daerah terdampak.
Kejadian ini berawal dari gempa yang terjadi pada Selasa, 14 Desember 2021, pukul 10:20 WIB. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 12 kilometer, 112 kilometer arah barat laut Kota Maumere, Kabupaten Sikka. Getaran kuat terasa hingga ke berbagai wilayah di NTT, bahkan hingga ke luar provinsi.
Dampak terparah dari gempa ini dirasakan oleh sistem komunikasi. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa 200 unit BTS mengalami gangguan operasional. Gangguan ini tentu saja berimbas pada layanan telekomunikasi bagi masyarakat di area tersebut. Hingga berita ini diturunkan, upaya perbaikan dan pemulihan jaringan terus dilakukan oleh pihak terkait.
Meskipun demikian, belum ada informasi rinci mengenai lokasi persis dari 200 BTS yang terganggu tersebut. Namun, dipastikan bahwa dampaknya mencakup wilayah yang cukup luas di Pulau Flores. Kepada masyarakat yang mengalami kendala komunikasi, diharapkan untuk bersabar sambil menunggu jaringan pulih sepenuhnya.
Pihak-pihak terkait, termasuk operator telekomunikasi dan badan penanggulangan bencana, tengah berkoordinasi untuk memetakan dan mengatasi kerusakan yang terjadi. Fokus utama saat ini adalah memulihkan layanan komunikasi secepat mungkin, mengingat pentingnya jalur komunikasi, terutama dalam situasi darurat pasca-gempa.
