Saturday, 15 August 2026
BREAKING
BERITA

Gempa M 7,7 di NTT: Pakar Geologi Jelaskan Sumber dan Imbau Warga Tetap Tenang

Oleh Emanuel August 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (14/12/2021) pukul 10:20 WIB. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera memberikan penjelasan mengenai sumber gempa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Menurut Kepala Badan Geologi ESDM, Eko Budi Lelono, gempa yang terjadi ini berpusat di laut pada kedalaman 12 kilometer. Lokasi pusat gempa berada di 10.65 Lintang Selatan (LS) dan 121.64 Bujur Timur (BT), atau sekitar 113 kilometer arah barat laut Kota Larantuka, Flores Timur. Eko Budi Lelono menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar.

“Melihat lokasi episentrum dan kedalamannya, gempa ini kemungkinan diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Namun, kami masih perlu melakukan analisis lebih lanjut untuk menentukan secara pasti sesar mana yang memicu gempa ini,” ujar Eko Budi Lelono dalam konferensi pers virtual pada Selasa (14/12/2021).

Ia menambahkan, meskipun gempa ini berpusat di laut, namun dampaknya terasa hingga ke daratan. Getaran dirasakan kuat di sejumlah wilayah di NTT, termasuk Nagekeo, Ende, Bajawa, Larantuka, Alor, Kupang, dan Sumba. Gempa juga terasa hingga ke beberapa wilayah di luar NTT, seperti Makassar, Lombok, dan Bali.

Menyikapi potensi kekhawatiran masyarakat, Badan Geologi ESDM menekankan pentingnya untuk tetap tenang. Eko Budi Lelono mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai gempa susulan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Tetap ikuti informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi ESDM,” tegasnya.

Badan Geologi ESDM terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut. Data awal menunjukkan bahwa gempa utama tidak berpotensi tsunami. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp