Front Pembela Islam (FPI) menggelar unjuk rasa di Jakarta Barat pada hari ini, menuntut klarifikasi langsung dari perwakilan Orang Tua Grup terkait penyelenggaraan “Challenge Hafalan Alquran” yang berujung pada pemberian hadiah minuman keras (miras). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap acara yang dinilai menodai kesucian Alquran.
Massa FPI berkumpul dan menyampaikan tuntutan mereka agar pihak Orang Tua Grup segera meminta maaf secara terbuka. Permintaan maaf ini diharapkan dilakukan langsung dari atas mobil komando, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kontroversi yang timbul akibat kegiatan tersebut.
Dalam orasinya, orator dari FPI menyatakan kekecewaan mendalam atas penyelenggaraan acara yang dinilai tidak pantas. “Kami menuntut agar Orang Tua Grup bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Hadiah yang diberikan sangat tidak mencerminkan nilai-nilai agama,” ujar salah seorang orator yang tidak disebutkan namanya. Massa FPI juga mendesak agar ada penjelasan resmi mengenai kronologi pemberian hadiah miras dalam sebuah kompetisi menghafal kitab suci.
FPI menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat ajaran agama dipermainkan. Mereka menuntut agar pihak penyelenggara, yaitu Orang Tua Grup, memberikan pernyataan maaf yang tulus dan transparan kepada publik. Tuntutan ini mencakup permohonan maaf yang diucapkan langsung di hadapan massa yang berkumpul, sebagai simbol penyesalan dan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Orang Tua Grup mengenai tuntutan yang disampaikan oleh FPI. Namun, diharapkan agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan gejolak lebih lanjut di masyarakat.
