Aksi unjuk rasa yang melibatkan massa Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari Selasa (22/12) lalu, menimbulkan dampak signifikan berupa kemacetan lalu lintas yang panjangnya mencapai satu kilometer di Jalan Outer Ring Road. Massa FPI menuntut agar manajemen PT. Kiat Unggul, salah satu anak perusahaan dari Orang Tua Grup, memberikan permintaan maaf secara langsung terkait dugaan promosi miras yang dikemas dalam bentuk hafalan ayat.
Menurut informasi yang dihimpun, aksi tersebut bermula dari kekecewaan massa FPI terhadap sebuah program promosi yang dianggap menyinggung nilai-nilai agama. Mereka menilai bahwa pengemasan promosi minuman keras (miras) dengan dalih hafalan ayat suci merupakan tindakan yang tidak pantas dan berpotensi merusak moral generasi muda. Tuntutan utama mereka adalah agar pihak manajemen PT. Kiat Unggul, yang berada di bawah naungan Orang Tua Grup, bersedia turun tangan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Ketegangan sempat terasa di lokasi kejadian, Jalan Outer Ring Road, yang merupakan salah satu arteri penting di Jakarta Barat. Kendaraan yang melintas harus merayap perlahan, menyebabkan antrean panjang yang dilaporkan membentang hingga satu kilometer. Kondisi ini tentu saja mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan lainnya yang terpaksa terjebak dalam kemacetan yang diakibatkan oleh aksi tersebut.
Salah satu juru bicara massa aksi, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan dialog terlebih dahulu. Namun, karena tidak adanya respons yang memuaskan dari pihak manajemen, mereka terpaksa menggelar aksi unjuk rasa. “Kami meminta pertanggungjawaban moral dari Orang Tua Grup. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali dan merusak tatanan moral bangsa,” ujar salah seorang orator dari atas mobil komando, di tengah kerumunan massa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT. Kiat Unggul maupun Orang Tua Grup terkait tuntutan dan aksi yang dilakukan oleh massa FPI. Pihak kepolisian dilaporkan telah berada di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi dan mengatur lalu lintas agar kemacetan tidak semakin parah. Negosiasi antara perwakilan massa dan pihak keamanan dilaporkan masih terus berlangsung demi mencari solusi terbaik agar situasi dapat kembali kondusif.
