Fabio Quartararo mengungkapkan pandangan pesimistis mengenai performa yang ditunjukkannya selama akhir pekan MotoGP Aragon di Sirkuit MotorLand. Pembalap tim Yamaha ini merasa “sangat buruk” dengan laju motornya, sebuah kondisi yang diakuinya “bukan sebuah kejutan” mengingat tantangan yang dihadapi.
“Saya merasa sangat buruk. Sejujurnya, ini bukan kejutan bagi saya,” ujar Quartararo usai sesi latihan di MotorLand Aragon. Ia mengakui bahwa sejak awal ia sudah memperkirakan akan menghadapi kesulitan di sirkuit ini. “Saya sudah menduga ini akan menjadi akhir pekan yang sulit bagi kami, sejak awal, karena karakteristik sirkuit ini tidak cocok dengan motor kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, Quartararo merinci faktor-faktor yang berkontribusi pada performanya yang kurang memuaskan. Ia menyoroti kurangnya cengkeraman (grip) di bagian depan motor yang menjadi kendala utama. “Masalahnya adalah kami tidak memiliki cengkeraman di bagian depan. Kami kehilangan banyak waktu di tikungan,” jelasnya. Situasi ini diperparah dengan tingginya degradasi ban yang dialami motor Yamaha.
“Kami juga memiliki degradasi ban yang sangat besar. Jadi, kami harus menemukan sesuatu untuk meningkatkan cengkeraman depan dan juga mencoba untuk lebih baik dalam manajemen ban,” kata Quartararo, menekankan bahwa perbaikan di kedua area tersebut sangat krusial. Ia menambahkan bahwa sulit untuk benar-benar mendorong motor dalam kondisi seperti itu, terutama saat mencoba melakukan lap cepat.
Meskipun mengakui kesulitan yang ada, Quartararo tetap bertekad untuk mencari solusi. Ia berharap timnya dapat menemukan setelan yang tepat untuk meningkatkan performa di sisa akhir pekan. “Kami harus mencoba yang terbaik untuk menemukan sesuatu yang lebih baik untuk sisa akhir pekan,” tutupnya, menyiratkan upaya keras yang akan dilakukan timnya untuk mengatasi masalah ini.
