Transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi telah menunjukkan hasil signifikan. Namun, langkah selanjutnya yang krusial untuk keberlanjutan dan peningkatan daya saing adalah energisasi industri dengan sumber energi yang andal dan bersih. Ketersediaan energi yang stabil dan ramah lingkungan menjadi fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan sektor industri di tanah air.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menekankan pentingnya transisi menuju energi bersih sebagai penopang hilirisasi. Menurutnya, tanpa pasokan energi yang memadai, hilirisasi yang telah berjalan baik berisiko terhenti. “Hilirisasi itu adalah sebuah proses. Kita sudah melakukan hilirisasi, tapi kalau tidak ada energi, maka hilirisasi itu tidak bisa jalan,” tegas Bahlil dalam acara “Dialog Ekonomi 2023” yang diselenggarakan oleh KADIN Indonesia di Jakarta pada Kamis (23/11/2023).
Bahlil mencontohkan bagaimana program hilirisasi, seperti nikel, telah memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Nilai ekspor produk hilirisasi nikel pada tahun 2022 mencapai Rp370 triliun, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya Rp17 triliun. Angka ini menunjukkan potensi besar dari kebijakan hilirisasi yang berkelanjutan. Namun, keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada ketersediaan energi yang cukup untuk mendukung operasional industri yang semakin berkembang.
Lebih lanjut, Bahlil menggarisbawahi bahwa energi bersih bukan hanya tentang keberlanjutan lingkungan, tetapi juga menjadi faktor penentu daya saing industri di pasar global. Negara-negara maju semakin menuntut produk yang dihasilkan dengan jejak karbon rendah. Oleh karena itu, investasi pada energi terbarukan dan teknologi bersih menjadi strategi penting untuk memastikan produk industri Indonesia dapat bersaing secara internasional.
Dalam konteks ini, Bahlil juga menyinggung perlunya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta. KADIN Indonesia, sebagai representasi dunia usaha, diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong investasi di sektor energi bersih. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pasokan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh industri di Indonesia, sehingga hilirisasi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional.
