Fenomena iklim El Nino telah memicu peningkatan signifikan dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Laporan terbaru dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menunjukkan intensitas kebakaran yang semakin tinggi, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kualitas udara di kawasan regional.
Data yang dirilis oleh CAMS mengindikasikan bahwa kebakaran hutan di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup mencolok. Peningkatan ini secara langsung berkaitan dengan dampak dari El Nino, yang menyebabkan kondisi lebih kering dan rentan terhadap api. Intensitas kebakaran yang lebih tinggi ini tidak hanya berdampak pada ekosistem lokal, tetapi juga berpotensi merusak kualitas udara di wilayah yang lebih luas, termasuk negara-negara tetangga.
Kepala layanan pemantauan atmosfer Uni Eropa, CAMS, Vincent-Henri Peuch, dalam pernyataannya pada Kamis (14/9/2023), menekankan bahwa tingkat kebakaran di Indonesia saat ini lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Tingkat kebakaran di Indonesia saat ini lebih tinggi dari rata-rata tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Peuch. Ia menambahkan bahwa CAMS terus memantau situasi ini dengan cermat.
Peuch juga menjelaskan bahwa CAMS menggunakan data satelit untuk memantau kebakaran hutan secara global. “Kami menggunakan data satelit untuk memantau kebakaran hutan secara global, dan saat ini kami melihat peningkatan yang signifikan di Indonesia,” jelasnya. Pemantauan ini mencakup pengukuran emisi karbon monoksida (CO) yang dihasilkan dari kebakaran, yang merupakan indikator penting tingkat keparahan kebakaran dan dampaknya terhadap kualitas udara.
Lebih lanjut, CAMS melaporkan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia telah menghasilkan emisi karbon monoksida (CO) yang sangat tinggi. Data CAMS per 13 September 2023 menunjukkan bahwa total emisi CO dari kebakaran hutan di Indonesia mencapai 17,5 juta ton. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pencatatan CAMS dimulai pada tahun 2003. Tingginya emisi CO ini menegaskan skala kebakaran yang parah dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan.
Perluasan kebakaran ini tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati dan habitat satwa liar, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi jutaan orang akibat paparan asap. Pemerintah Indonesia sendiri telah menyatakan kesiapsiagaan dan upaya penanggulangan karhutla, namun fenomena El Nino yang ekstrem mempersulit upaya pemadaman dan pencegahan.
