Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

Ekspor Indonesia Melonjak 6,05% Capai US$26,2 Miliar di Juli 2026

Oleh Emanuel September 1, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Indonesia pada bulan Juli 2026 menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 6,05%. Nilai total ekspor tercatat mencapai US$26,2 miliar, menandai capaian positif di tengah dinamika ekonomi global.

Angka ini menunjukkan optimisme terhadap daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Pertumbuhan ini juga menjadi indikator pemulihan ekonomi yang terus berlanjut, didorong oleh permintaan global yang mulai pulih.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, merinci bahwa peningkatan ekspor pada Juli 2026 didorong oleh sektor non-migas yang tumbuh 6,70%. Sektor migas justru mengalami kontraksi sebesar 5,64%.

Secara kumulatif, Januari-Juli 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$176,43 miliar, mengalami kenaikan 11,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan kumulatif ini semakin memperkuat tren positif ekspor nasional.

Peran sektor non-migas dalam mendorong pertumbuhan ekspor sangat krusial. Pudji Ismartini menggarisbawahi bahwa pertumbuhan ekspor non-migas Juli 2026 ini terutama didorong oleh kenaikan pada industri pengolahan yang melonjak 12,45%. Sektor pertambangan juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 13,90%.

Namun, sektor pertambangan mengalami penurunan ekspor sebesar 5,64% pada Juli 2026 jika dibandingkan dengan Juni 2026. Hal ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam kinerja beberapa sektor.

Pudji Ismartini juga memaparkan bahwa ekspor Indonesia ke Tiongkok pada Juli 2026 mencapai US$4,9 miliar, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$2,3 miliar, dan India sebesar US$2,1 miliar. Ketiga negara ini menjadi mitra dagang utama yang terus berkontribusi besar terhadap capaian ekspor nasional.

Secara terperinci, ekspor Indonesia ke Tiongkok pada Juli 2026 mengalami kenaikan sebesar 25,98% dibandingkan Juni 2026. Sementara itu, ekspor ke Amerika Serikat tumbuh 6,97% dan ke India naik 15,07%.

Di sisi lain, ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada Juli 2026 mengalami penurunan sebesar 1,29% dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai US$2,3 miliar. Penurunan ini perlu menjadi perhatian untuk strategi peningkatan ekspor ke kawasan tersebut di masa mendatang.

Pudji Ismartini menekankan pentingnya terus menjaga momentum pertumbuhan ekspor. “Dengan terus berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk, serta menjajaki pasar-pasar baru, kita optimis ekspor Indonesia akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp