Saturday, 18 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Ekonom Ungkap Akar Masalah Pelemahan Rupiah: Tata Kelola APBN Jadi Sorotan

Oleh Yohanes July 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat ternyata tidak hanya disebabkan oleh gejolak harga minyak mentah dunia. Sejumlah ekonom menyoroti bahwa faktor lain yang krusial adalah kualitas tata kelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai belum optimal.

Menurut ekonom senior dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yoseph C. Wilujeng, disiplin fiskal dan efektivitas pengelolaan APBN memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar. “Pelemahan Rupiah itu multifaktorial. Memang harga minyak dunia punya pengaruh, tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana kita mengelola APBN kita,” ujar Yoseph dalam sebuah diskusi pada Selasa, 23 Mei 2023.

Senada dengan Yoseph, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov, menambahkan bahwa defisit anggaran yang lebar dan terus menerus dapat mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam struktur ekonomi. “Defisit APBN yang melebar bisa jadi sinyal ada masalah dalam penerimaan negara atau belanja negara yang kurang efisien. Ini tentu akan berdampak pada kepercayaan investor dan pada akhirnya nilai tukar Rupiah,” jelas Abra.

Lebih lanjut, Yoseph merinci bahwa kualitas APBN tercermin dari kemampuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Jika APBN lebih banyak digunakan untuk belanja yang kurang produktif atau bahkan boros, maka potensi ekonomi tidak akan tergali maksimal. “Kalau APBN kita tidak disiplin, tidak efisien, dan tidak berkualitas, ya jangan heran kalau Rupiah kita lemah,” tegasnya.

Abra menekankan pentingnya reformasi struktural dalam pengelolaan keuangan negara. Ia menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas belanja negara, misalnya dengan memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki multiplier effect tinggi terhadap ekonomi. “Kita perlu perbaikan dalam tata kelola APBN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Tujuannya adalah agar APBN benar-benar menjadi instrumen yang efektif untuk menopang perekonomian nasional, termasuk stabilitas nilai tukar,” pungkasnya.

Para ekonom sepakat bahwa untuk mengatasi pelemahan Rupiah secara berkelanjutan, perbaikan tata kelola APBN harus menjadi prioritas utama. Langkah-langkah konkret dalam menjaga disiplin fiskal dan meningkatkan efisiensi belanja negara diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar dan investor, sehingga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia dapat kembali pulih.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait