Duka mendalam menyelimuti sebuah komunitas gereja setelah insiden tragis merenggut nyawa 27 jemaatnya. Kecelakaan maut terjadi antara sebuah minibus yang membawa rombongan jemaat dengan sebuah truk.
Peristiwa nahas ini dilaporkan terjadi pada Minggu, 17 Maret 2024, di Jalan Lintas Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan. Minibus yang ditumpangi para jemaat gereja itu bertabrakan dengan sebuah truk, mengakibatkan korban jiwa yang sangat besar.
Menurut keterangan polisi, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Kendaraan yang terlibat adalah sebuah minibus Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BG 1591 AZ dan sebuah truk tangki bahan bakar minyak (BBM) bernomor polisi BG 8420 UZ. Sopir minibus, yang bernama Riki, dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, sopir truk tangki BBM dilaporkan mengalami luka berat.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres OKU Selatan, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Rio, membenarkan jumlah korban tewas mencapai 27 orang. Ia menambahkan, seluruh korban meninggal dunia adalah penumpang minibus. “27 orang meninggal dunia, semuanya penumpang minibus,” ujar Iptu Rio.
Kronologi awal dugaan kecelakaan menyebutkan bahwa minibus melaju dari arah Muaradua menuju Martapura. Sesampainya di lokasi kejadian, minibus tersebut diduga oleng dan berpindah jalur, sehingga bertabrakan dengan truk tangki BBM yang datang dari arah berlawanan. Akibat benturan keras, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
Petugas kepolisian dan tim SAR segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi para korban. Jenazah para korban yang meninggal dunia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muaradua untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka segera mendapatkan perawatan medis intensif.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi keluarga korban dan komunitas gereja yang ditinggalkan. Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, kelayakan jalan, dan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi.
