Friday, 4 September 2026
BREAKING
BERITA

Dua Gempa Berdekatan di Bogor-Cianjur Ternyata Terkait, Potensi Ancaman bagi DKI-Jabar

Oleh Emanuel September 4, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Gempa bumi dangkal mengguncang wilayah Cianjur dan Bogor dalam selang waktu hanya dua hari, menimbulkan kekhawatiran akan potensi ancaman lanjutan. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa kedua peristiwa gempa ini ternyata memiliki kaitan erat, bukan sekadar kejadian terpisah.

Gempa pertama terjadi di Cianjur pada Senin, 27 November 2023, pukul 14:40 WIB. Gempa ini memiliki magnitudo 4,2 dan berpusat di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Selang dua hari kemudian, tepatnya pada Rabu, 29 November 2023, pukul 07:00 WIB, gempa kembali mengguncang wilayah Bogor. Gempa susulan ini tercatat berpusat di darat dengan magnitudo 3,2 dan kedalaman 10 kilometer.

Ahli Geologi dari BRIN, Dr. Mudrik Daryono, menjelaskan bahwa kedua gempa tersebut merupakan bagian dari patahan yang sama. “Jadi, gempa Cianjur 27 November itu masih satu rangkaian dengan gempa Bogor 29 November. Itu satu patahan yang sama,” ungkap Dr. Mudrik saat dihubungi pada Kamis (30/11/2023).

Ia merinci, gempa Cianjur yang lebih besar sebelumnya, yaitu pada 21 November 2022, dengan magnitudo 5,6, juga berpusat di darat. “Gempa 21 November 2022 itu terjadi di darat, dan gempa 27 November 2023 ini juga di darat. Jadi, patahan Ciherang yang aktif itu, yang kemarin aktif,” jelasnya. Gempa besar pada tahun lalu itu sendiri telah merusak sebagian besar wilayah Cianjur dan sekitarnya.

Kaitan antar gempa ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi ancaman yang lebih besar. Dr. Mudrik menekankan pentingnya kewaspadaan bagi wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Ini harus jadi perhatian kita, karena energinya bisa jadi berpindah,” katanya. Ia menambahkan bahwa patahan yang aktif ini berpotensi memicu gempa yang lebih besar lagi di masa mendatang.

Meskipun gempa terkini berkekuatan relatif kecil, analisis BRIN menunjukkan bahwa aktivitas pada patahan tersebut masih berlanjut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG maupun lembaga terkait lainnya mengenai potensi gempa susulan atau aktivitas seismik lainnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp