Persaingan ketat di pasar perfilman Tiongkok musim panas tahun ini memakan korban ganda. Dua film yang baru saja tayang, masing-masing pada 8 Juni dan 15 Juni lalu, terpaksa mengakhiri penayangannya di bioskop lebih awal dari perkiraan. Keputusan ini diambil menyusul performa box office yang tidak sesuai harapan, terdesak oleh dominasi film-film lain yang lebih diminati penonton.
Film pertama yang mengalami nasib kurang beruntung adalah ‘Dune: Part Two’. Meskipun telah dinanti-nantikan oleh para penggemar, film sekuel adaptasi novel fiksi ilmiah karya Frank Herbert ini hanya mampu bertahan selama dua hari di layar bioskop Tiongkok. Penayangan perdananya dilangsungkan pada 8 Juni, namun tak lama kemudian, film tersebut menghilang dari jadwal bioskop.
Bukan hanya ‘Dune: Part Two’, film Tiongkok berjudul ‘The Last Frenzy’ juga bernasib serupa. Film yang dibintangi oleh Huang Bo ini baru saja mulai tayang pada 15 Juni, namun penjualannya di box office dilaporkan sangat rendah. Situasi ini membuat distributor dan bioskop mengambil keputusan drastis untuk menghentikan penayangannya.
Situasi ini mencerminkan betapa kompetitifnya pasar Tiongkok, terutama saat periode liburan musim panas yang biasanya menjadi ajang perebutan penonton antara berbagai judul film. Film-film yang kurang mampu menarik perhatian atau bersaing dengan film-film blockbuster lainnya berisiko tersingkir dengan cepat.
Menurut laporan media Tiongkok, ‘Dune: Part Two’ sendiri telah mengalami penundaan perilisan di negara tersebut sebanyak dua kali sebelum akhirnya ditayangkan. Kendati demikian, penantian panjang tersebut tidak berujung pada kesuksesan komersial yang diharapkan di pasar Tiongkok. Sementara itu, ‘The Last Frenzy’ yang merupakan produksi lokal, terpaksa menghadapi kenyataan pahit meskipun baru saja diluncurkan.
