Singapura harus mengubur mimpinya melaju ke final Piala AFF 2026 setelah takluk dari Thailand dalam drama adu penalti yang menegangkan di babak semifinal. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi The Lions, yang berharap dapat bersaing memperebutkan gelar juara turnamen sepak bola antarnegara Asia Tenggara tersebut.
Pertandingan krusial yang digelar di Stadion Nasional Singapura pada Selasa (25/6/2026) malam WIB ini berakhir dengan skor agregat imbang setelah kedua tim bermain ketat sepanjang dua leg pertandingan. Dalam adu tos-tosan yang menjadi penentu nasib, Singapura harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor akhir 3-4.
Pelatih Singapura, Takayuki Nishigaya, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai timnya sudah berjuang keras, namun eksekusi penalti yang kurang maksimal menjadi kendala utama. “Kami sudah berjuang keras, tapi sayangnya penalti menjadi titik lemah kami malam ini,” ujar Nishigaya usai pertandingan.
Nishigaya menambahkan bahwa kekalahan ini memang menyakitkan, namun ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya atas performa yang telah ditunjukkan selama turnamen. “Ini adalah kekecewaan besar bagi kami, tetapi saya bangga dengan perjuangan para pemain,” tuturnya.
Sementara itu, kapten tim Singapura, Hariss Harun, turut menyuarakan penyesalannya. Ia mengakui bahwa kegagalan dalam eksekusi penalti menjadi faktor penentu kekalahan timnya. “Kami sangat ingin melaju ke final, tetapi kami tidak bisa mengeksekusi penalti dengan baik,” kata Hariss.
Hariss juga berjanji bahwa timnya akan belajar dari pengalaman pahit ini dan bertekad untuk tampil lebih baik di edisi Piala AFF berikutnya. “Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami akan kembali lebih kuat di masa depan,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Thailand berhak melaju ke partai final Piala AFF 2026 untuk menantang pemenang dari semifinal lainnya antara Vietnam dan Malaysia. Sementara itu, Singapura harus kembali mematangkan strategi dan komposisi tim demi ambisi meraih gelar juara di kesempatan mendatang.
