Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi di Provinsi Banten berkumpul pada hari Selasa, 19 Maret 2024, untuk menggelar doa bersama. Aksi solidaritas ini dilangsungkan di Alun-alun Barat Kota Serang, dengan satu tujuan utama: memohon keselamatan bagi rekan-rekan mereka yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang.
Peristiwa hilangnya kontak ini terjadi pada hari Senin, 18 Maret 2024, ketika sebuah speed boat yang ditumpangi para jurnalis mengalami musibah di tengah laut. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai keberadaan mereka, menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan komunitas pers.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten, Jamal Yamani, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Doa bersama ini adalah bentuk solidaritas dan harapan kami agar mereka segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Jamal saat ditemui di lokasi acara.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banten, Nana, juga mengungkapkan hal senada. Ia menekankan pentingnya doa dan dukungan moral bagi keluarga para jurnalis yang hilang. “Keluarga mereka pasti sangat cemas. Kami hadir di sini untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan kami turut merasakan apa yang mereka rasakan,” tutur Nana.
Acara doa bersama ini diikuti oleh jurnalis dari berbagai media dan organisasi profesi, termasuk PWI, AJI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Banten. Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Barat Kota Serang saat lantunan doa dipanjatkan, memohon perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Selain doa bersama, para jurnalis juga berharap agar tim pencari yang diturunkan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) dan instansi terkait lainnya dapat segera menemukan para jurnalis yang hilang. Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya speed boat tersebut.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam setiap peliputan, terutama yang melibatkan aktivitas di perairan. Komunitas jurnalis Banten berharap agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang dan para rekan mereka dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga.
