Dituding Penuh Konflik Kepentingan, Komite Ahli FDA Bahas Peptida Tuai Sorotan

Rini Widiyarti

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tengah menghadapi kritik tajam terkait susunan komite penasihatnya yang akan membahas regulasi peptida. Komite ini, yang dijadwalkan bertemu akhir Juli mendatang, disebut-sebut diisi oleh para ahli yang memiliki potensi konflik kepentingan signifikan.

Penunjukan anggota baru untuk Komite Penasihat Farmasi Kompon ini menimbulkan pertanyaan serius. Laporan Associated Press mengungkap bahwa lebih dari setengah anggota panel baru memiliki keterkaitan langsung dengan bisnis peptida, baik melalui klinik, bisnis daring, maupun apotek.

Salah satu contoh yang mencuat adalah Gabriel Alizaidy, MD, MS. Ia dilaporkan membebankan biaya konsultasi sebesar $500 untuk saran seputar peptida dan hormon. Alizaidy juga memberikan panduan mengenai sumber perolehan senyawa tersebut.

Contoh lain adalah Haleem Mohammed, MD, MBA, yang merupakan chief medical officer di Gameday Men’s Health. Ia memimpin klinik di Florida yang menjual suntikan testosteron, vitamin, dan peptida.

Tak hanya itu, Robert Harshbarger, III, PharmD, FACA, yang juga seorang senator negara bagian Tennessee, memiliki hubungan erat dengan industri ini. Ia bekerja sebagai apoteker di bisnis keluarganya yang menjual obat kompon untuk berbagai kebutuhan, termasuk manajemen nyeri, penuaan, dan penurunan berat badan. Kakak perempuannya, yang juga seorang anggota Kongres, pernah melayangkan surat kepada pejabat tinggi FDA untuk melonggarkan pembatasan terhadap sejumlah peptida.

Owais Durrani, DO, seorang dokter kedokteran darurat yang pernah menulis untuk Healio, menyatakan keprihatinannya atas waktu penunjukan anggota baru ini. "Pemberitahuan satu bulan sebelum pertemuan yang dapat membentuk kembali akses terhadap tujuh peptida yang banyak digunakan adalah waktu yang sangat singkat bagi publik, klinisi, dan bahkan anggota komite lain untuk benar-benar mengevaluasi latar belakang anggota baru," ujar Durrani.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran bukan pada individu semata, melainkan pada pola yang terlihat. "Ketika mayoritas anggota baru memiliki hubungan finansial atau klinis langsung dengan bisnis penjualan peptida, itu adalah masalah konflik kepentingan struktural, bukan pribadi," tegasnya.

Menurut Durrani, komposisi komite ini berbeda dari sebelumnya yang lebih banyak melibatkan pakar independen dari universitas. Perubahan ini menjadi indikasi penting mengenai bagaimana panel ini dirangkai, terutama di bawah tekanan publik dari tingkat tertinggi Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Hasil pembahasan ini berpotensi menjadi tolok ukur untuk tinjauan di masa mendatang.

Sebelumnya, pejabat tinggi HHS juga dikritik karena merombak komite penasihat lainnya. Pada Juni 2025, seluruh anggota komite penasihat vaksin CDC diberhentikan. Pada Mei 2026, ketua dan wakil ketua Satuan Tugas Pencegahan Layanan AS juga dipecat.

Komite ini akan bertemu pada 23-24 Juli untuk mendiskusikan sejumlah peptida, termasuk BPC-157 dan TB-500. Durrani mengingatkan bahwa banyak peptida dipasarkan jauh sebelum bukti ilmiah yang memadai tersedia. Ia menekankan pentingnya membedakan antara obat peptida yang disetujui FDA, peptida yang sedang ditinjau, dan produk pasar abu-abu yang tidak memiliki pengawasan. Hal ini krusial agar pasien memahami profil risiko yang berbeda dari setiap jenis senyawa tersebut.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All