Langkah tim nasional RD Kongo di Piala Dunia 2026 resmi terhenti setelah kalah tipis 1-2 dari Inggris. Pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, itu menyisakan cerita menarik.
Kiper RD Kongo, Lionel Mpasi, tampil luar biasa sepanjang laga meski timnya harus mengakui keunggulan Inggris. Penjaga gawang asal klub Le Havre, Prancis, itu menjadi sorotan utama berkat aksi heroiknya.
Sepanjang pertandingan, Mpasi tercatat melakukan lima penyelamatan krusial bagi pertahanan timnya. Ia mampu membendung gempuran bertubi-tubi dari lini serang The Three Lions.
Aksi memukau Mpasi sudah terlihat sejak babak pertama bergulir di markas besar turnamen tersebut. Ia bahkan sukses menggagalkan dua sundulan jarak dekat bintang Inggris, Jude Bellingham.
Bellingham tampak sangat terkesan dengan ketangguhan Mpasi di bawah mistar gawang. Ia sempat memberikan apresiasi berupa pelukan kepada sang kiper atas performa gemilangnya.
Memasuki akhir masa injury time babak pertama, Mpasi kembali menunjukkan refleks cepat. Ia sukses menepis tembakan keras Harry Kane yang mengarah tajam ke tiang dekat.
Memasuki babak kedua, tekanan Inggris justru semakin meningkat tajam terhadap pertahanan RD Kongo. Bellingham kembali mendapatkan peluang emas untuk memecah kebuntuan timnya.
Namun, Mpasi tetap tampil tenang dan cekatan menghalau bola tendangan keras Bellingham. Sayangnya, kegigihan kiper tersebut akhirnya runtuh pada pertengahan babak kedua.
Kapten Inggris, Harry Kane, menjadi momok utama bagi pertahanan RD Kongo malam itu. Kane sukses mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan pada menit ke-75.
Umpan matang dari Aaron Gordon berhasil dikonversi Kane menjadi gol krusial. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat tensi pertandingan semakin meningkat tajam.
Petaka bagi RD Kongo datang saat laga memasuki menit ke-86 pertandingan. Kane melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dijangkau Mpasi.
Gol tersebut sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan timnas Inggris. Hasil akhir ini memaksa RD Kongo tersingkir dari kompetisi bergengsi tersebut.
Meski harus menelan kekalahan pahit, penampilan Mpasi tetap menuai pujian banyak pihak. Aksinya di bawah mistar gawang menjadi bukti kualitas kiper Afrika tersebut.
Statistik impresif yang ditorehkan Mpasi selama turnamen akan terus dikenang publik. Ia telah membuktikan diri sebagai salah satu kiper berbakat di panggung dunia.
Kini, perjalanan RD Kongo di Piala Dunia 2026 telah berakhir secara resmi. Sementara itu, Inggris melaju ke fase selanjutnya dengan catatan kemenangan yang diraih susah payah.











