Kecukupan nutrisi, khususnya Docosahexaenoic Acid (DHA), memegang peranan penting dalam mengoptimalkan fungsi otak anak usia sekolah. Nutrisi ini krusial untuk mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kemampuan fokus mereka dalam proses belajar.
Ahli Gizi dari Universitas Indonesia, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menjelaskan bahwa DHA merupakan asam lemak omega-3 yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh secara optimal. Oleh karena itu, asupan dari luar menjadi sangat vital, terutama pada masa-masa perkembangan otak anak yang pesat.
“DHA itu adalah asam lemak omega-3 rantai panjang yang penting banget untuk perkembangan otak, terutama pada anak usia sekolah. Otak ini kan berkembangnya pesat banget sampai usia 12 tahun, jadi kita perlu pastikan asupan DHA-nya tercukupi,” ujar Rita dalam sebuah webinar pada Kamis (13/6/2024).
Rita menambahkan, DHA berkontribusi langsung pada pembentukan sel-sel otak dan neurotransmitter, yang berperan dalam komunikasi antar sel saraf. Hal ini secara langsung memengaruhi kemampuan anak dalam menyerap informasi, mengingat pelajaran, dan mempertahankan konsentrasi saat belajar.
Menurut Rita, meskipun DHA dapat ditemukan dalam berbagai sumber makanan seperti ikan laut (salmon, tuna, makarel), telur, dan beberapa jenis kacang-kacangan, seringkali asupan dari makanan saja belum mencukupi kebutuhan harian anak usia sekolah. Kebutuhan ini bervariasi tergantung usia dan aktivitas anak.
“Ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah di Indonesia rata-rata masih kekurangan asupan DHA. Ini bisa berdampak pada prestasi akademis mereka,” ungkap Rita. Ia menekankan pentingnya para orang tua untuk lebih memperhatikan asupan DHA anak, baik melalui pola makan yang seimbang maupun suplementasi jika diperlukan, setelah berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
Lebih lanjut, Rita menyarankan agar orang tua dapat mengintegrasikan sumber makanan kaya DHA ke dalam menu harian anak. Misalnya, menyajikan ikan laut setidaknya dua kali seminggu, atau memilih produk makanan yang diperkaya dengan DHA. Jika asupan dari makanan dirasa kurang, suplementasi DHA yang diformulasikan khusus untuk anak dapat menjadi pilihan.
“Penting untuk diingat, sebelum memberikan suplemen apa pun, konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan dosis yang tepat dan sesuai dengan kondisi anak,” tutup Rita.
