Sunday, 6 September 2026
BREAKING
BERITA

DBD Mengintai: Kenali Gejala Kritis Meski Demam Mereda, Target Eliminasi 2030

Oleh Emanuel September 5, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius yang dapat merenggut nyawa. Data menunjukkan bahwa kewaspadaan terhadap penyakit ini, terutama saat suhu tubuh mulai turun setelah demam, sangat krusial untuk mencegah kematian. Indonesia menargetkan eliminasi kematian akibat DBD pada tahun 2030, sebuah ambisi yang menuntut kesadaran masyarakat akan gejala bahaya.

Penting untuk dicatat bahwa fase kritis DBD seringkali muncul justru ketika demam mulai mereda. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, dan perdarahan pada gusi atau hidung. Tanda-tanda ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya kebocoran plasma, salah satu komplikasi paling berbahaya dari DBD.

Menurut Dr. Nadia, seorang spesialis penyakit dalam, fase demam pada DBD biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Namun, periode setelah demam turun, yaitu sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sakit, adalah saat virus dengue paling aktif merusak pembuluh darah. “Jadi, justru ketika demamnya sudah turun, pasien bisa saja merasa lebih baik, padahal inilah saatnya kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Dr. Nadia.

Selain gejala fisik tersebut, tanda bahaya lain yang patut diwaspadai adalah peningkatan hematokrit yang signifikan, yang menunjukkan adanya pemekatan darah akibat kebocoran plasma. Penurunan jumlah trombosit secara drastis juga menjadi indikator kuat perlunya penanganan medis segera.

Upaya pencegahan DBD tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pemberantasan sarang nyamuk. Gerakan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, Mendaur Ulang barang bekas, serta Menaburkan larvasida dan memelihara ikan pemakan jentik, tetap menjadi strategi utama. Selain itu, penggunaan kelambu saat tidur dan penanaman tanaman pengusir nyamuk juga dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dan deteksi dini DBD. Dengan mengenali tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis ketika gejala muncul, terutama pada fase kritis, target nol kematian akibat DBD pada tahun 2030 dapat tercapai. Kesadaran dan tindakan cepat dari setiap individu adalah kunci utama dalam memerangi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp