Mimpi tim sepak bola amputasi Inggris untuk berlaga di Piala Dunia 2026 terancam pupus akibat krisis pendanaan. Mantan pelatih kepala, Scott Rogers, menyebut situasi ini sebagai sebuah ‘kejahatan’ yang dapat menggagalkan partisipasi tim nasional pria.
Kekhawatiran ini muncul mengingat minimnya sokongan finansial yang dihadapi oleh tim yang telah menunjukkan performa gemilang di kancah internasional. Kegagalan mendapatkan dana yang memadai dapat membuat Inggris absen dari turnamen akbar tersebut, sebuah pukulan telak bagi para atlet yang telah berjuang keras.
Scott Rogers, yang pernah memimpin tim ini, menyuarakan kekecewaannya secara mendalam. Ia menyatakan kepada BBC Sport, “Sangat memalukan jika kita sampai harus melewatkan Piala Dunia karena masalah pendanaan.” Pernyataan ini menegaskan betapa krusialnya dukungan finansial untuk kelangsungan dan prestasi tim.
Dana yang dibutuhkan bukan hanya untuk operasional tim semata, tetapi juga mencakup biaya-biaya penting seperti perjalanan, akomodasi, dan perlengkapan yang memadai bagi para pemain. Tanpa suntikan dana yang signifikan, penyelenggaraan latihan dan persiapan intensif menjelang Piala Dunia 2026 akan sangat sulit diwujudkan.
Lebih lanjut, Rogers menyoroti bahwa tim sepak bola amputasi Inggris telah menunjukkan potensi besar dan mampu bersaing di level tertinggi. Melewatkan kesempatan berlaga di Piala Dunia akan menjadi kerugian besar, tidak hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi perkembangan olahraga amputasi secara umum di Inggris. Ia menambahkan, “Para pemain telah bekerja sangat keras. Ini bukan hanya tentang satu tim, ini tentang bagaimana kita mendukung olahraga amputasi secara keseluruhan.”
Saat ini, tim sedang mengupayakan berbagai cara untuk mengamankan pendanaan yang dibutuhkan. Harapan terbesar terletak pada para sponsor potensial dan dukungan dari badan-badan terkait olahraga di Inggris. Keberhasilan mereka dalam menggalang dana akan menjadi penentu apakah mimpi berlaga di Piala Dunia 2026 dapat terwujud atau justru harus tertunda tanpa batas waktu.
