Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
DUNIA

China Murka di PBB: AS Dinilai Dorong Timur Tengah ke Ambang Perang Iran

Oleh Heni Maulidya July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

China meluapkan kemarahannya di hadapan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menggelar rapat di New York pada Selasa (14/7).

Kemarahan ini dipicu oleh tudingan China bahwa Amerika Serikat (AS) telah menyeret kawasan Timur Tengah ke jurang konflik yang lebih dalam.

Secara spesifik, Beijing menyuarakan keprihatinannya atas langkah-langkah AS yang dinilai justru memperburuk situasi di sekitar Iran.

Perwakilan tetap China untuk PBB, Duta Besar Zhang Jun, menyampaikan langsung protes kerasnya dalam forum internasional tersebut.

Ia menyatakan bahwa kebijakan dan tindakan AS telah mengabaikan upaya diplomatik dan stabilitas regional.

Menurut Zhang, AS seharusnya fokus pada deeskalasi, bukan memperkeruh suasana yang sudah tegang.

Ia menekankan bahwa pendekatan militeristik hanya akan membawa konsekuensi yang jauh lebih buruk bagi seluruh kawasan.

Pernyataan Zhang Jun ini muncul dalam konteks ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Iran.

Berbagai insiden dan retorika keras antara kedua negara kerap mewarnai pemberitaan internasional.

China, sebagai salah satu anggota tetap DK PBB dengan hak veto, memiliki posisi penting dalam pengambilan keputusan terkait perdamaian dan keamanan global.

Beijing secara konsisten menyerukan dialog dan solusi damai untuk setiap perselisihan internasional.

Dalam rapat tersebut, China mendesak semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan.

Mereka juga mengkritik AS karena dianggap tidak menunjukkan itikad baik dalam meredakan ketegangan.

Duta Besar Zhang Jun secara implisit menyoroti bahwa langkah-langkah AS, termasuk sanksi dan penempatan pasukan, justru memprovokasi dan meningkatkan risiko konflik bersenjata.

China meyakini bahwa pendekatan koersif tidak akan pernah menjadi solusi permanen.

Sebaliknya, solusi jangka panjang hanya bisa dicapai melalui negosiasi yang jujur dan saling menghormati.

Forum DK PBB ini menjadi panggung bagi China untuk menyuarakan pandangan dan kekhawatirannya secara terbuka.

Mereka berharap komunitas internasional, khususnya AS, dapat mendengarkan seruan untuk perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Dampak dari ketegangan yang terus berlanjut ini tidak hanya terbatas pada negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan politik global.

Oleh karena itu, peran PBB sebagai mediator dan fasilitator perdamaian menjadi semakin krusial dalam situasi seperti ini.

China ingin melihat PBB memainkan peran yang lebih aktif dalam mendorong dialog dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan yang strategis ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait