Thursday, 27 August 2026
BREAKING
BERITA

CEO Instagram Pertahankan Meta dalam Sidang Gugatan Pelanggaran Keamanan Remaja

Oleh Emanuel August 27, 2026 56 minutes lalu 0 komentar

JAKARTA – Adam Mosseri, CEO Instagram, tampil sebagai eksekutif puncak pertama dari Meta Platforms Inc. yang memberikan kesaksian dalam persidangan gugatan besar yang diajukan oleh 29 negara bagian di Amerika Serikat. Gugatan ini menuding Meta, perusahaan induk Instagram, telah menyebabkan atau memperburuk krisis kesehatan mental di kalangan remaja.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Distrik AS di San Jose, California, pada Selasa (23/1/2024), Mosseri menghadapi pertanyaan dari pengacara negara bagian mengenai praktik perusahaan yang diduga membahayakan kaum muda. Sidang ini merupakan bagian dari upaya hukum yang lebih luas yang menargetkan Meta atas dampak platform media sosialnya terhadap kesejahteraan mental remaja, termasuk peningkatan kecemasan, depresi, dan bahkan pikiran bunuh diri.

Mosseri membela strategi dan kebijakan Instagram, menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk melindungi penggunanya yang lebih muda. “Kami telah melakukan banyak hal untuk mencoba dan menjadikan Instagram tempat yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja,” ujar Mosseri di depan hakim. Ia merujuk pada berbagai fitur dan pembaruan yang telah diterapkan, seperti pengaturan akun default yang lebih privat untuk pengguna di bawah usia 16 tahun dan pembatasan fitur-fitur tertentu bagi remaja.

Para penggugat, yang diwakili oleh jaksa agung dari berbagai negara bagian, berargumen bahwa Meta secara sengaja merancang platformnya untuk membuat penggunanya, terutama remaja, ketagihan. Mereka mengklaim bahwa algoritma Instagram dirancang untuk memaksimalkan waktu tayang, yang pada gilirannya dapat mengekspos remaja pada konten berbahaya dan memicu masalah kesehatan mental. “Mereka tahu apa yang mereka lakukan terhadap anak-anak kita,” kata Jaksa Agung California Rob Bonta dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama.

Mosseri menyangkal tuduhan tersebut, menyatakan bahwa perusahaan tidak pernah berniat untuk membahayakan penggunanya. Ia menekankan bahwa Meta telah berinvestasi besar dalam teknologi dan tim untuk memantau dan menghapus konten yang melanggar kebijakan, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan mental dan keselamatan anak. “Kami tidak pernah berusaha untuk menciptakan produk yang menyebabkan kecanduan,” tegas Mosseri, seraya menambahkan bahwa fokus mereka adalah membangun komunitas yang positif dan mendukung.

Gugatan ini, yang diajukan pada Oktober 2023, menyatukan klaim dari negara bagian seperti California, New York, dan Florida. Sidang ini merupakan perkembangan krusial dalam upaya penegakan hukum yang menargetkan raksasa teknologi atas tanggung jawab mereka terhadap dampak sosial dari produk digital mereka. Kesaksian Mosseri diharapkan dapat memberikan gambaran mendalam mengenai strategi internal Meta dan bagaimana perusahaan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan perlindungan pengguna, khususnya kelompok rentan seperti remaja.

Bagikan: Facebook X WhatsApp