Sorong – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah, termasuk di Sorong, Papua Barat Daya. Melalui program inovatif bertajuk “Klasterku Hidupku”, BRI berupaya mendorong peningkatan kelas pelaku UMKM, salah satunya di sektor pengolahan ikan kering.
Program ini dirancang untuk memberikan dukungan holistik bagi UMKM, mulai dari permodalan, pelatihan, hingga pendampingan dalam mengembangkan usahanya. Salah satu kisah sukses yang muncul dari program ini adalah Nursia, seorang pelaku usaha ikan kering di Sorong yang merasakan dampak positif secara signifikan.
Nursia menceritakan bagaimana program Klasterku Hidupku dari BRI telah membuka pintu peluang baru baginya. “Sebelumnya, kami hanya bisa memproduksi dalam skala kecil dan pemasarannya terbatas. Namun, setelah bergabung dengan program ini, kami mendapatkan bimbingan dan akses permodalan yang lebih baik,” ujar Nursia. Ia menambahkan bahwa pelatihan yang diberikan BRI sangat membantu dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi.
Lebih lanjut, Nursia menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berhenti pada pemberian modal, tetapi juga mencakup pendampingan yang berkelanjutan. “Kami diajari cara mengelola keuangan, strategi pemasaran yang lebih luas, bahkan hingga standar kebersihan dan keamanan pangan. Ini semua membuat usaha ikan kering kami semakin profesional dan diminati pasar,” tuturnya.
Keberhasilan Nursia dan pelaku UMKM ikan kering lainnya di Sorong menjadi bukti nyata efektivitas program Klasterku Hidupku yang digagas oleh BRI. Program ini sejalan dengan visi BRI untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan menciptakan UMKM yang tangguh serta berdaya saing tinggi di kancah nasional.
Dengan adanya program seperti Klasterku Hidupku, BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan zaman dan meraih kesuksesan yang lebih besar.
