Bontang Genjot Konservasi Lingkungan: Wali Kota Neni Moerniaeni dan Indominco Mandiri Bersinergi Lestarikan Ekosistem Laut dan Darat

Darus H

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan melalui kolaborasi erat dengan sektor swasta. Sinergi strategis ini terealisasi dalam sebuah kegiatan konservasi besar bertajuk Penanaman Bibit Pohon dan Discovery Scuba Transplantasi Terumbu Karang, yang diprakarsai oleh PT Indominco Mandiri (IMM) dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada Rabu, 24 Juni 2026. Acara ini menjadi penanda penting upaya kolektif menjaga keberlanjutan alam di tengah tantangan perubahan iklim global.

Bertempat di Area Utilities Powerplant dan Kawasan Arboretum Underwater milik PT Indominco Mandiri, inisiatif lingkungan ini mengusung tema "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir langsung. Kehadiran beliau menegaskan prioritas Pemkot Bontang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan industri.

Selain Wali Kota Neni Moerniaeni, acara penting ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat daerah, meliputi Dandim 0908/Bontang Letkol Inf. Ardiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Heru Triatmojo, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Debora Kristiani. Dari jajaran swasta, Kepala Teknik Tambang PT Indominco Mandiri Edy Susanto dan Project Manager PT Pama Persada Nusantara Dwi Setiono, bersama manajemen serta mitra kerja, turut mendampingi dan memastikan kelancaran aksi konservasi ini. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dalam menggarap isu lingkungan hidup di Bontang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momen krusial secara global. "Ini adalah waktu untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam, sekaligus mengevaluasi dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan dan perubahan iklim," ujar Neni Moerniaeni, menyoroti urgensi tindakan nyata. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT Indominco Mandiri atas dedikasi dan komitmen jangka panjang perusahaan dalam melestarikan lingkungan di wilayah Bontang, yang merupakan salah satu kota industri penting di Kalimantan Timur.

Lebih lanjut, Wali Kota Neni Moerniaeni menekankan bahwa pelestarian lingkungan bukanlah tugas yang bisa diemban sendiri. "Kita harus bergerak bersama. Pelestarian lingkungan adalah gerakan kolektif," tegasnya, mendorong semua pihak untuk berpartisipasi aktif. Menurutnya, penanaman pohon dan transplantasi terumbu karang merupakan dua aksi konkret yang sangat vital untuk menjaga keseimbangan ekosistem, baik di darat maupun di laut, yang merupakan aset tak ternilai bagi Bontang.

Menyikapi fenomena anomali cuaca yang semakin sering terjadi dan dampak perubahan iklim yang nyata, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan pesan tegas yang bersifat visioner. "Semua yang kita lakukan hari ini adalah investasi bagi masa depan. Apa yang kita jaga sekarang akan menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita," ujarnya penuh harap. Ia menutup pesannya dengan sebuah kiasan yang sarat makna: "Kita jaga bumi, bumi jaga kita," sebuah pengingat akan hubungan timbal balik antara manusia dan alam.

Kepala Teknik Tambang PT IMM, Edy Susanto, memaparkan secara rinci mengenai perjalanan program konservasi yang telah dijalankan perusahaannya. Program lingkungan ini, jelas Edy, telah dimulai sejak tahun 2019 dan kembali diintensifkan secara signifikan pada tahun 2022. Komitmen PT Indominco Mandiri terhadap perlindungan lingkungan secara berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam program-program konkret yang terencana dan terukur. "Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan," imbuh Edy, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multipihak.

Sebagai bagian dari upaya konservasi ekosistem laut, PT IMM telah melakukan pemantauan ketat di 12 titik perairan. Pemantauan ini bertujuan melindungi terumbu karang dan padang lamun, yang keduanya dikenal sebagai penyerap karbon biru (blue carbon) yang sangat efektif dalam mitigasi perubahan iklim. Kerusakan yang teridentifikasi di beberapa titik, khususnya di lokasi C2, C3, C5, dan C12, telah ditindaklanjuti dengan program rehabilitasi melalui transplantasi karang. Hingga saat ini, upaya rehabilitasi tersebut telah berhasil menanam 2.336 bibit karang, menunjukkan progres yang signifikan dalam pemulihan ekosistem bawah laut.

Acara seremonial diakhiri dengan penyerahan cenderamata yang memiliki nilai edukatif dan ekonomi lokal. Cenderamata tersebut berupa minyak kayu putih, buku keanekaragaman hayati lokal yang penting untuk edukasi, serta produk-produk UMKM dari desa binaan PT Indominco Mandiri, yang sekaligus mendukung perekonomian masyarakat sekitar. Setelah sesi penyerahan, seluruh undangan diajak untuk secara langsung berpartisipasi dalam penanaman bibit pohon secara simbolis di darat dan melakukan kegiatan Discovery Scuba di bawah laut. Aksi nyata ini memungkinkan para peserta untuk merasakan langsung upaya pelestarian lingkungan dan menjadi bagian dari masa depan lingkungan yang lebih lestari di Bontang. Inisiatif kolaboratif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian alam dan menghadapi tantangan perubahan iklim.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All