Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
BERITA

Boeing Minta AS Intervensi Atas Pinjaman Airbus 3 Miliar Euro

Oleh Emanuel July 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Persaingan sengit di industri dirgantara global kembali memanas. Boeing, raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat, secara resmi meminta pemerintah AS untuk melakukan intervensi terkait pinjaman senilai 3 miliar euro yang diberikan kepada pesaingnya, Airbus. Permintaan ini dilayangkan karena Boeing merasa pemberian pinjaman tersebut berpotensi menciptakan ketidakadilan dalam kompetisi pasar.

Boeing menyatakan kekhawatiran mendalam bahwa pinjaman tersebut dapat memberikan keuntungan finansial yang tidak semestinya bagi Airbus. Dalam surat yang ditujukan kepada pejabat pemerintah AS, Boeing menggarisbawahi bagaimana bantuan finansial semacam itu dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk bersaing secara adil di pasar global. Perusahaan menekankan pentingnya lapangan bermain yang setara untuk semua pemain di industri yang sangat kompetitif ini.

Langkah Boeing ini merupakan respons langsung terhadap laporan mengenai pemberian pinjaman yang lebih menguntungkan bagi Airbus dibandingkan dengan kondisi pasar normal. Pinjaman sebesar 3 miliar euro tersebut diduga berasal dari lembaga keuangan Eropa. Boeing berargumen bahwa persyaratan pinjaman yang dinilai ‘lunak’ ini dapat memungkinkan Airbus untuk menawarkan harga yang lebih kompetitif pada pesawat-pesawat mereka, sehingga merugikan Boeing dalam berbagai tender dan kontrak penjualan.

Sumber internal Boeing yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip dalam laporan, menyatakan bahwa perusahaan telah berulang kali menyuarakan keprihatinan mengenai praktik-praktik yang dianggap mendistorsi pasar oleh Airbus. ‘Kami percaya bahwa setiap perusahaan harus mampu bersaing berdasarkan produk dan inovasi mereka, bukan berdasarkan subsidi yang tidak adil,’ ujar sumber tersebut.

Boeing berharap intervensi pemerintah AS dapat mendorong dilakukannya tinjauan independen terhadap pinjaman Airbus. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pinjaman tersebut sesuai dengan aturan persaingan internasional dan tidak memberikan keunggulan kompetitif yang tidak sah. Jika terbukti ada ketidaksesuaian, Boeing mendesak agar langkah-langkah korektif diambil untuk menyeimbangkan kembali persaingan di industri dirgantara.

Bagikan: Facebook X WhatsApp