Kabar kurang sedap menghampiri para calon pembeli komputer baru. Setelah sebelumnya dibayangi oleh kelangkaan dan lonjakan harga RAM, kini muncul rumor yang menyebutkan bahwa biaya lisensi untuk sistem operasi Windows 11 berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini tentu saja dapat membuat harga laptop maupun desktop semakin memberatkan konsumen.
Informasi mengenai potensi kenaikan harga lisensi Windows 11 ini pertama kali mencuat dari sebuah laporan yang dirilis oleh situs berita teknologi Windows Central. Laporan tersebut mengutip beberapa sumber internal yang mengindikasikan adanya penyesuaian harga yang signifikan.
Detail mengenai besaran kenaikan harga masih belum diungkapkan secara pasti. Namun, jika rumor ini benar adanya, dampaknya bisa terasa langsung pada harga jual perangkat komputer. Kenaikan biaya lisensi Windows secara otomatis akan menambah komponen harga pada setiap unit PC, baik itu untuk penggunaan pribadi maupun komersial.
Kenaikan harga lisensi ini, jika terjadi, tentu akan menjadi pukulan tambahan bagi industri perangkat keras komputer yang masih berupaya pulih dari berbagai tantangan. Sebelumnya, industri ini telah menghadapi berbagai kendala, mulai dari kelangkaan komponen hingga isu rantai pasok global yang mempengaruhi ketersediaan dan harga berbagai komponen, termasuk RAM.
Perlu dicatat bahwa informasi ini masih bersifat bocoran dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak Microsoft. Namun, mengingat sumbernya yang cukup kredibel di kalangan pemerhati Windows, potensi kenaikan ini patut menjadi perhatian. Para konsumen yang berencana membeli perangkat baru dalam waktu dekat mungkin perlu mempertimbangkan faktor ini dalam anggaran mereka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Microsoft belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor kenaikan harga lisensi Windows 11. Perkembangan lebih lanjut mengenai isu ini akan terus dipantau.
