Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menghadapi defisit anggaran signifikan untuk tahun 2027. Kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun lebih besar dari pagu anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah.
Kondisi ini terungkap dalam rapat kerja antara BMKG dan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada hari Selasa, 12 Maret 2024. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, memaparkan bahwa prediksi kebutuhan anggaran untuk tahun 2027 mencapai Rp8,6 triliun. Angka ini jauh melampaui pagu indikatif yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp6,6 triliun.
“Pagu indikatif yang diberikan oleh Kementerian Keuangan untuk 2027 itu sebesar Rp6,6 triliun. Padahal, perhitungan kami untuk kebutuhan riil BMKG di tahun 2027 itu sebesar Rp8,6 triliun,” ujar Dwikorita dalam paparannya di Gedung DPR, Jakarta.
Kesenjangan anggaran sebesar Rp2 triliun ini, menurut Dwikorita, akan berdampak pada berbagai program dan operasional BMKG. Ia menekankan bahwa kekurangan dana tersebut berpotensi menghambat upaya BMKG dalam meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mitigasi bencana.
Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan bahwa kebutuhan tambahan anggaran tersebut sangat mendesak untuk mendukung berbagai prioritas BMKG. Di antaranya adalah penguatan sistem peringatan dini bencana, pemeliharaan dan peningkatan peralatan observasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang ahli dalam bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
“Kami perlu anggaran ini untuk menjaga kualitas dan kuantitas data yang kami hasilkan, melakukan penelitian dan pengembangan, serta memastikan sistem peringatan dini kami terus beroperasi secara optimal. Tanpa tambahan ini, kami khawatir akan ada keterbatasan dalam memenuhi mandat kami,” jelasnya.
BMKG berharap pemerintah, melalui Kementerian Keuangan dan persetujuan DPR, dapat mempertimbangkan kembali besaran pagu anggaran yang telah ditetapkan. Pihak BMKG siap untuk melakukan diskusi lebih lanjut guna menjelaskan secara rinci alokasi kebutuhan anggaran tersebut dan mencari solusi terbaik demi keberlangsungan dan peningkatan kinerja BMKG di masa depan.
