Jakarta – PT Bio Farma (Persero) mengambil langkah signifikan dalam mendukung transisi energi nasional. BUMN farmasi ini kini menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai sumber energi alternatif untuk operasionalnya.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan CNG diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional.
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dukungan Bio Farma terhadap agenda transisi energi. “Kami optimis penggunaan CNG akan membawa dampak positif bagi lingkungan dan operasional kami,” ujar Honesti dalam keterangan resminya.
PGN, sebagai subholding gas PT Pertamina (Persero), menyediakan pasokan CNG yang handal bagi Bio Farma. Layanan ini mencakup penyediaan infrastruktur hingga distribusi gas yang efisien.
Manajer Komunikasi dan CSR PGN, Rachmat Hutama, menambahkan bahwa pihaknya bangga dapat berkontribusi dalam upaya keberlanjutan Bio Farma. “Kami berkomitmen untuk terus menyediakan solusi energi yang bersih dan terjangkau,” jelas Rachmat.
Penggunaan CNG dinilai lebih bersih dibandingkan bahan bakar minyak. Pembakaran CNG menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah, sehingga berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik.
Bio Farma mengoperasikan fasilitas produksi yang membutuhkan pasokan energi stabil. Dengan CNG, kebutuhan energi tersebut dapat terpenuhi secara optimal sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain, baik BUMN maupun swasta, untuk turut mengadopsi energi bersih. Transisi energi merupakan agenda jangka panjang yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa.
Dengan beralih ke CNG, Bio Farma tidak hanya memperkuat posisi sebagai perusahaan farmasi yang bertanggung jawab, tetapi juga turut berkontribusi pada ketahanan energi nasional yang lebih hijau.
Langkah ini sejalan dengan target emisi nol bersih (net zero emission) yang terus digalakkan oleh pemerintah Indonesia di berbagai sektor industri.
