Tahun ini menandai setengah abad persinggungan bersejarah antara Liverpool dan Trabzonspor di kancah sepak bola Eropa. Pertemuan perdana mereka terjadi pada Oktober 1976, dalam babak kedua European Cup. Kala itu, tim besutan Bob Paisley tampaknya tidak terkesan dengan apa pun yang ditawarkan Trabzon.
Pengalaman pahit dirasakan legenda Liverpool. Pelatih legendaris Bob Paisley melontarkan kritik pedas terhadap fasilitas yang ada. Ia menyebut hotel tim sebagai “doss house” atau penginapan kumuh. Bola yang digunakan pun tak luput dari komentar tajamnya, digambarkan sebagai “kandung kemih babi” yang “tidak cukup baik untuk permainan tiup bola”. Paisley bahkan berkelakar, “tim di Durham Mining League pun tidak akan bermain dengannya”.
Tak hanya akomodasi dan peralatan, urusan perut pun menjadi sorotan. Paisley mengenang pengalamannya saat bertugas di Eighth Army di Gurun Barat di bawah komando Montgomery. “Saya pernah mendapat jatah makanan yang lebih baik di bivvy saya di Gurun Barat,” ujarnya, merujuk pada makanan yang disajikan di Trabzon.
Kunjungan Liverpool ke Trabzon pada tahun 1976 ini bukan sekadar pertandingan, melainkan sebuah babak dalam sejarah panjang kedua klub di kompetisi Eropa. Meskipun pengalaman awal Paisley terbilang negatif, pertemuan tersebut tetap menjadi bagian dari narasi duel klub-klub Eropa yang kaya akan cerita dan rivalitas.
