Benua Australia yang selama ini dianggap stabil, ternyata tengah mengalami pergerakan signifikan. Dengan kecepatan rata-rata 7 sentimeter per tahun, benua ini bergerak menuju arah utara-timur laut. Pergerakan ini, meski lambat dalam skala waktu manusia, memiliki implikasi besar terhadap pemetaan geologi di masa depan.
Perubahan posisi Australia ini telah memicu perlunya pembaruan pada peta geodetik benua tersebut. Para ilmuwan telah melakukan penyesuaian pada koordinat Australia sejak tahun 1994. Namun, laju pergerakan yang terus terjadi membuat pembaruan tersebut tidak lagi akurat. “Pergerakan lempeng tektonik Australia yang terus menerus terjadi membuat perhitungan koordinat yang dilakukan pada tahun 1994 tidak lagi akurat,” ujar Dr. Daniel James dari Geoscience Australia.
Tim dari Geoscience Australia telah melakukan penelitian mendalam mengenai pergerakan lempeng tektonik Australia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju pergerakan Australia saat ini lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, yaitu sekitar 7 cm per tahun. Angka ini lebih cepat dibandingkan perkiraan lama yang hanya 3 cm per tahun.
Pergerakan Australia ini merupakan bagian dari proses geologis yang lebih besar, yaitu pergerakan lempeng tektonik. Lempeng tektonik Australia bergerak secara independen dari lempeng tektonik Indo-Australia, yang sebelumnya dianggap satu kesatuan. Perubahan ini dipicu oleh adanya zona deformasi besar yang membentang dari utara ke selatan di bawah benua.
Dalam jangka waktu geologis yang sangat panjang, pergerakan Australia ini berpotensi membawanya bergabung dengan benua-benua lain, membentuk sebuah super benua baru. Fenomena serupa pernah terjadi di masa lalu dengan terbentuknya Pangea. Jika tren pergerakan ini terus berlanjut, Australia bisa menjadi bagian dari ‘Amassia’, super benua yang diperkirakan akan terbentuk di masa depan.
Pembaruan peta geodetik ini bukan sekadar penyesuaian teknis. Akurasi peta sangat krusial untuk berbagai aplikasi, mulai dari navigasi GPS, pemantauan pergerakan lempeng, hingga perencanaan infrastruktur. Oleh karena itu, para ilmuwan di Geoscience Australia terus memantau dan memperbarui data pergerakan benua ini.
