Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara perdagangan atau suspensi saham tiga emiten. Keputusan ini diambil menyusul adanya kenaikan harga saham yang dianggap tidak wajar atau unusual market activity (UMA) pada ketiga perusahaan tersebut.
Tiga emiten yang sahamnya disuspensi oleh BEI adalah PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Pelayaran Nasional Eka Samudera Tbk (PSSI). Penghentian perdagangan ini berlaku mulai sesi I perdagangan pada hari ini, Senin (24/6/2024).
Dalam keterangannya, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa suspensi dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan kembali aksi korporasi mereka. “Dalam rangka menindaklanjuti terjadinya unusual market activity pada saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Pelayaran Nasional Eka Samudera Tbk (PSSI), maka kami menghentikan sementara perdagangan saham COAL, DCII, dan PSSI di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan tanggal 24 Juni 2024,” ujar Yulianto dalam pengumuman resmi BEI, Senin (24/6/2024).
Berdasarkan pantauan, pergerakan harga saham COAL memang menunjukkan lonjakan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tercatat pada penutupan perdagangan Jumat (21/6/2024), saham COAL berada di level Rp 159 per saham. Namun, pada pembukaan perdagangan Senin (24/6/2024), saham ini langsung melonjak tajam ke level Rp 250 per saham, atau mengalami kenaikan sekitar 57,23% dalam satu hari.
Sementara itu, saham DCII juga menunjukkan tren kenaikan yang cukup agresif. Pada penutupan perdagangan Jumat (21/6/2024), saham DCII ditutup pada harga Rp 3.320 per saham. Sehari kemudian, pada pembukaan Senin (24/6/2024), saham ini langsung melesat ke level Rp 4.150 per saham, dengan kenaikan mencapai 25%.。
Saham PSSI juga tak luput dari perhatian BEI. Pada penutupan perdagangan Jumat (21/6/2024), saham PSSI berada di level Rp 162 per saham. Ketika perdagangan dibuka pada Senin (24/6/2024), saham ini langsung meroket ke level Rp 250 per saham, mencatatkan kenaikan sekitar 54,32% dalam sehari.
BEI mengimbau para investor untuk selalu mencermati, membaca, dan menganalisis informasi yang tersedia sebelum melakukan keputusan investasi. Selain itu, investor juga diharapkan untuk mempertimbangkan tingkat likuiditas saham serta tidak melakukan spekulasi yang berlebihan dalam bertransaksi.
