Wednesday, 2 September 2026
BREAKING
BERITA

Basarnas Hadapi Defisit Anggaran Rp 2,29 Triliun untuk 2027, Potensi Gangguan Operasional

Oleh Emanuel September 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) diprediksi akan menghadapi defisit anggaran sebesar Rp2,29 triliun pada tahun 2027. Kekurangan dana ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai potensi gangguan terhadap kelancaran operasional dan efektivitas tugas-tugas pencarian dan pertolongan di masa mendatang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, mengungkapkan bahwa estimasi kebutuhan anggaran Basarnas untuk tahun 2027 mencapai Rp2,61 triliun. Namun, alokasi anggaran yang diproyeksikan hanya sebesar Rp320 miliar, menciptakan jurang pemisah yang sangat lebar senilai Rp2,29 triliun.

Situasi ini, menurut Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, berpotensi besar mempengaruhi berbagai aspek operasional Basarnas. Ia mengkhawatirkan bahwa kekurangan dana yang signifikan ini dapat berdampak pada kemampuan Basarnas untuk merespons bencana dan kecelakaan secara optimal. “Kalau kita tidak diperjuangkan, anggaran Basarnas tahun 2027 itu kurangnya Rp2,29 triliun,” ujar Kepala Basarnas dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Selasa (11/6/2024).

Lebih lanjut, Henri Alfiandi menekankan bahwa anggaran yang ada saat ini masih jauh dari memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), hingga pengembangan sumber daya manusia. Ia mencontohkan beberapa kebutuhan krusial yang terancam terhambat, seperti pengadaan helikopter baru untuk mendukung misi SAR udara dan perawatan rutin pesawat yang sudah ada. Tanpa anggaran yang memadai, usia pakai alutsista yang ada dikhawatirkan akan semakin pendek.

Kekhawatiran Kepala Basarnas ini bukan tanpa dasar. Anggaran yang kurang dapat berimplikasi pada terbatasnya armada yang tersedia, keterlambatan dalam pemeliharaan peralatan vital, hingga minimnya pelatihan bagi personel. Hal ini tentu saja akan berujung pada penurunan kapasitas respons Basarnas dalam menghadapi situasi darurat, baik itu bencana alam maupun kecelakaan yang membutuhkan intervensi cepat dan tepat.

Oleh karena itu, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi berharap agar pemerintah dan parlemen dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi anggaran Basarnas. Perjuangan untuk mendapatkan alokasi anggaran yang lebih besar sangat krusial demi memastikan Basarnas dapat terus menjalankan mandatnya secara efektif dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat Indonesia dalam situasi krisis.

Bagikan: Facebook X WhatsApp