Bank Sampoerna melaporkan kinerja keuangan yang solid pada paruh pertama tahun 2026, dengan laba bersih setelah pajak mencapai Rp15,9 miliar. Angka ini menandai peningkatan signifikan sebesar 41,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini menjadi landasan kuat bagi Bank Sampoerna untuk terus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Pencapaian laba bersih ini diraih Bank Sampoerna hingga akhir Juni 2026, menunjukkan tren positif dalam operasional dan strategi bisnis perseroan. Pertumbuhan laba yang substansial ini mengindikasikan efektivitas manajemen dalam mengelola portofolio dan meningkatkan pendapatan.
Direktur Utama Bank Sampoerna, Ali Sadikin, menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis ke depan. “Kami bersyukur atas kinerja yang solid ini. Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, khususnya sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia,” ujar Ali Sadikin.
Lebih lanjut, Ali Sadikin menegaskan bahwa Bank Sampoerna akan terus berinovasi dalam produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan UMKM yang terus berkembang. Fokus pada pemberdayaan UMKM tidak hanya sebatas penyaluran kredit, tetapi juga mencakup pendampingan dan edukasi agar para pelaku usaha dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Sepanjang semester I 2026, Bank Sampoerna telah menyalurkan berbagai fasilitas pembiayaan yang dirancang khusus untuk UMKM, mulai dari modal kerja hingga investasi. Selain itu, perseroan juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan asosiasi UMKM, untuk memperluas jangkauan layanan dan program pemberdayaan.
Dengan fondasi kinerja keuangan yang kokoh dan komitmen yang kuat terhadap UMKM, Bank Sampoerna optimis dapat terus memainkan peran penting dalam mendukung kemajuan sektor UMKM di Indonesia, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
