Bank of Korea (BoK) mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang terus membayangi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang solid. Keputusan mengenai kebijakan moneter di masa mendatang akan diambil dengan pertimbangan matang dan pendekatan yang fleksibel.
Gubernur Bank of Korea, Rhee Chang-yong, menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan inflasi dan ekonomi secara cermat. Beliau menekankan pentingnya keseimbangan dalam mengambil keputusan agar tidak mengorbankan stabilitas ekonomi jangka panjang. “Kami akan mempertimbangkan dengan hati-hati dan fleksibel,” ujar Rhee Chang-yong dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis (18/5).
Kenaikan suku bunga sebelumnya telah dilakukan oleh BoK sebanyak tujuh kali sejak Agustus 2021, membawa suku bunga acuan dari rekor terendah 0,5% menjadi 3,5%. Langkah ini bertujuan untuk menekan inflasi yang sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi di Korea Selatan pada bulan April 2023 tercatat sebesar 3,7% secara tahunan, sedikit melambat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 4,2%.
Meskipun inflasi menunjukkan sedikit perlambatan, Rhee Chang-yong mengakui bahwa tantangan masih ada. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2023 diperkirakan mencapai 1,6%. Angka ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 1,7% pada bulan Februari, namun masih menunjukkan adanya ekspansi ekonomi.
Bank sentral Korea Selatan juga menyoroti adanya potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Jika The Fed kembali menaikkan suku bunganya, hal ini dapat memberikan tekanan tambahan pada nilai tukar won Korea Selatan dan berpotensi memicu kembali inflasi melalui biaya impor yang lebih mahal. Oleh karena itu, BoK perlu mempertimbangkan kebijakan moneter bank sentral utama dunia dalam menyusun strategi mereka.
Dalam konteks domestik, Rhee Chang-yong juga menyebutkan bahwa bank sentral perlu mengamati pergerakan suku bunga oleh lembaga keuangan seperti Kookmin Bank. Bank-bank komersial tersebut juga memiliki peran dalam menentukan arah suku bunga di pasar keuangan, yang pada akhirnya akan memengaruhi kebijakan moneter Bank of Korea.
