Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

Asap Karhutla Kembali Selimuti Singapura, Kualitas Udara Memburuk

Oleh Emanuel September 4, 2026 59 minutes lalu 0 komentar

Singapura kembali diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pada Senin (17/6/2024), Indeks Pencemaran Udara (PSI) di negara kota tersebut dilaporkan mencapai 105, menandakan tingkat kualitas udara yang tidak sehat. Ini merupakan kali pertama Singapura mengalami kondisi serupa sejak Oktober 2023.

Peningkatan tajam PSI ini membuat warga Singapura kembali waspada terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh polusi udara tersebut. Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan dan menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

Penyebab utama lonjakan kabut asap ini adalah aktivitas karhutla yang kembali marak di beberapa wilayah Indonesia. Asap dari kebakaran tersebut terbawa angin hingga mencapai Singapura, menyebabkan penurunan visibilitas dan memburuknya kualitas udara.

Meskipun angka PSI 105 masih jauh dari rekor tertinggi yang pernah tercatat, namun kondisi ini sudah cukup mengkhawatirkan. Pada periode karhutla sebelumnya, Singapura pernah mengalami PSI di atas 200, bahkan menyentuh angka 300, yang dikategorikan sangat tidak sehat dan berbahaya.

Pemerintah Indonesia sendiri terus berupaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan melalui berbagai upaya, termasuk patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Namun, faktor cuaca, seperti musim kemarau yang panjang, seringkali memperparah situasi.

Dampak kabut asap ini tidak hanya dirasakan oleh Singapura, tetapi juga berpotensi mempengaruhi negara-negara tetangga di kawasan. Oleh karena itu, kerja sama regional dalam penanganan karhutla menjadi semakin penting untuk mencegah terulangnya bencana asap yang merugikan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp