Saturday, 11 July 2026
BREAKING
DUNIA

AS Gempur ‘Kantung Dana’ Pemimpin Tertinggi Iran, Sanksi Baru Menyasar 14 Individu

Oleh Heni Maulidya July 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Washington kembali menunjukkan ketegasan terhadap jaringan pendanaan rezim Iran. Kementerian Keuangan Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru yang menyasar 14 individu. Langkah ini diambil untuk memutus aliran dana yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah terbaru AS ini secara spesifik menargetkan Ali Ansari, seorang pengusaha yang diidentifikasi sebagai salah satu ‘donatur’ utama bagi Khamenei. Selain Ansari, 13 individu lainnya juga masuk dalam daftar hitam ekonomi AS.

Sanksi ini mencakup pembekuan aset yang dimiliki oleh individu-individu tersebut di wilayah Amerika Serikat. Selain itu, warga AS dilarang melakukan transaksi keuangan apa pun dengan mereka. Tujuannya jelas: membatasi kemampuan mereka untuk mendukung rezim Iran.

Juru bicara Kementerian Keuangan AS menyatakan, sanksi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan pendanaan yang mengalir ke lingkaran dalam Pemimpin Tertinggi. Mereka menegaskan komitmen AS untuk tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang memperkuat rezim yang dianggap mengancam stabilitas regional.

Ali Ansari sendiri disebut-sebut memiliki peran penting dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana. Keterlibatannya dalam lingkaran dekat Khamenei menjadi sorotan utama dalam pengumuman sanksi ini. Informasi intelijen AS mengindikasikan bahwa dana yang dikumpulkan digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk mendanai operasi militer dan program nuklir Iran.

Pemerintah AS berharap sanksi ini akan memberikan efek jera dan memaksa individu-individu yang masuk daftar hitam untuk menghentikan dukungan mereka terhadap rezim Iran. Ini juga menjadi sinyal kuat kepada pihak lain agar tidak terlibat dalam aktivitas serupa.

Langkah ini merupakan eskalasi dari kebijakan AS yang telah berlangsung lama untuk menekan Iran melalui jalur ekonomi. Sebelumnya, berbagai sanksi telah dijatuhkan terhadap individu dan entitas yang terkait dengan pemerintah Iran, termasuk Garda Revolusi Islam (IRGC).

Analisis dari para pengamat hubungan internasional menunjukkan bahwa sanksi baru ini dirancang untuk semakin mengisolasi rezim Iran secara finansial. Dengan membatasi akses terhadap sumber pendanaan, AS berupaya melemahkan kemampuan rezim untuk membiayai kebijakan luar negeri yang dianggap destabilisatif dan program persenjataan.

Pihak berwenang AS tidak merinci secara spesifik kapan sanksi ini mulai berlaku secara efektif. Namun, penjatuhan sanksi ini menegaskan kembali sikap tegas Washington terhadap pemerintah Iran dan jaringan pendukungnya di kancah internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait