Pemerintah Amerika Serikat, melalui Pentagon, membantah keras laporan yang menyebutkan adanya kekurangan amunisi di kalangan militer mereka. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap klaim yang beredar, bahkan ada yang menyebutkan bahwa senjata-senjata AS berada dalam kondisi ‘sakaratul maut’ akibat minimnya pasokan.
Meskipun ada laporan yang mengkhawatirkan mengenai ketersediaan amunisi, Pentagon menegaskan bahwa mereka memiliki sumber daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional. Juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, secara tegas menyatakan, “Kami tidak memiliki masalah amunisi.” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah briefing pada Selasa (24/10/2023), mengklarifikasi situasi yang sempat menjadi sorotan publik.
Klaim mengenai kondisi ‘sakaratul maut’ senjata AS ini muncul dalam konteks yang lebih luas, di mana beberapa laporan menyebutkan adanya kekhawatiran di kalangan pejabat pertahanan. Namun, bantahan resmi dari Pentagon memberikan gambaran yang berbeda. Pentagon mengklaim bahwa mereka terus berupaya memastikan ketersediaan amunisi yang cukup untuk berbagai skenario, termasuk dukungan terhadap sekutu dan menjaga kesiapan tempur.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga turut merespons isu ini, meski tidak secara langsung mengomentari klaim ‘sakaratul maut’ tersebut. Trump, yang dikenal sering menyuarakan pandangannya mengenai kekuatan militer AS, tampaknya bersiap untuk menghadapi argumen yang mungkin muncul terkait kapabilitas pertahanan negara. Pernyataannya lebih bersifat umum, menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi berbagai isu pertahanan yang berkembang.
Lebih lanjut, Pentagon menjelaskan bahwa mereka memiliki strategi pengadaan dan pengelolaan stok amunisi yang terencana. Proses ini melibatkan berbagai perusahaan pertahanan dan rantai pasok yang kompleks. Setiap klaim mengenai kekurangan yang signifikan disebut sebagai hal yang tidak akurat. Pentagon menekankan bahwa mereka terus memantau dan mengevaluasi tingkat persediaan amunisi secara berkala untuk memastikan kesiapan operasional yang optimal.
Meskipun bantahan telah dilayangkan, isu mengenai ketersediaan amunisi ini kemungkinan akan terus menjadi topik perdebatan. Namun, dari sisi resmi, Amerika Serikat melalui Pentagon, menegaskan bahwa tidak ada indikasi krisis amunisi yang mengancam kesiapan militer mereka.
