Manajer Arsenal, Mikel Arteta, secara tegas mendesak Liga Primer Inggris untuk memperluas jumlah pemain dalam daftar skuad pertandingan (matchday squad). Menurut Arteta, kebijakan saat ini yang membatasi hanya 20 pemain berdampak negatif pada kesejahteraan para pemainnya, terutama di tengah jadwal kompetisi yang semakin padat.
Arteta menyoroti perbedaan signifikan dengan liga-liga top Eropa lainnya. Liga Primer mengizinkan klub untuk mendaftarkan 20 pemain dalam skuad pertandingan, dengan syarat minimal tiga di antaranya adalah pemain homegrown. Sementara itu, La Liga Spanyol telah menerapkan aturan yang lebih longgar dengan memungkinkan 23 pemain, dan Serie A Italia bahkan sampai 25 pemain.
Situasi ini menjadi semakin krusial bagi klub-klub seperti Arsenal yang telah terbiasa berkompetisi di berbagai ajang dalam beberapa musim terakhir. Musim lalu, misalnya, selain berjuang memperebutkan gelar Liga Primer, The Gunners juga melangkah hingga final Liga Champions dan Piala Carabao, serta perempat final Piala FA. Tekanan kalender sepak bola yang kian meningkat dan jumlah pertandingan yang terus bertambah membuat Arteta merasa tidak ada alasan logis bagi tim-tim Inggris untuk memiliki skuad yang lebih kecil dibandingkan kontestan liga-liga Eropa lainnya.
Arteta berargumen bahwa pembatasan skuad ini secara langsung memengaruhi kesehatan mental dan fisik pemain. Dengan lebih banyak pilihan pemain yang tersedia dalam daftar pertandingan, pelatih dapat melakukan rotasi yang lebih efektif, mengurangi risiko cedera akibat kelelahan, dan memberikan kesempatan bermain yang lebih merata. Hal ini, menurutnya, adalah kunci untuk menjaga performa optimal tim dan yang terpenting, menjaga kesejahteraan para atlet di tengah tuntutan kompetisi yang tinggi.
