Arab Saudi dilaporkan berhasil mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman pada hari Minggu, 21 Maret 2021. Sasaran utama serangan tersebut adalah fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco di wilayah Jizan. Kejadian ini kembali memanaskan ketegangan antara koalisi pimpinan Saudi dan pemberontak Houthi di Yaman.
Pihak Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi keberhasilan pencegatan rudal tersebut. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Turki Al-Maliki, menyatakan bahwa rudal-rudal itu berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya. Ia juga menekankan bahwa serangan ini merupakan tindakan provokatif yang dapat memicu respons lebih lanjut dari pihak Saudi.
Serangan rudal balistik yang menyasar kilang minyak ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pemberontak Houthi memang kerap melancarkan serangan serupa ke wilayah Arab Saudi, yang seringkali diklaim sebagai respons terhadap operasi militer koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Namun, insiden kali ini dinilai memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi mengingat targetnya adalah infrastruktur energi vital negara tersebut.
Pemerintah Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan nasional dan stabilitas kawasan. Mereka juga terus menyerukan komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap tindakan Houthi yang dianggap mengancam perdamaian dan keamanan regional. Eskalasi serangan ini dikhawatirkan dapat memperburuk situasi kemanusiaan di Yaman yang sudah sangat rentan.
Sebelumnya, Jenderal Turki Al-Maliki juga sempat mengutip pernyataan resmi Saudi yang mengutuk keras serangan tersebut. Ia mengatakan, “Setiap ancaman terhadap keamanan kerajaan akan dihadapi dengan tindakan tegas dan terukur.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Arab Saudi tidak akan tinggal diam dan siap untuk membalas setiap agresi yang dilancarkan oleh pihak Houthi.
