Sebanyak 125 hektare hutan cemara di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, ludes dilalap api dalam insiden kebakaran yang terjadi baru-baru ini. Dugaan kuat penyebab kebakaran ini adalah aktivitas warga yang melakukan pembakaran arang di area tersebut.
Peristiwa kebakaran hebat ini menjadi perhatian serius mengingat kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Indonesia. Kerusakan hutan yang luas berpotensi mengganggu ekosistem dan keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Bromo.
Pihak Balai Besar TNBTS telah melakukan investigasi awal terkait penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, aktivitas pembakaran arang oleh warga menjadi titik awal munculnya api yang kemudian merambat dengan cepat.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Sarwono, menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. “Kami masih melakukan pendalaman terkait dengan penyebab pasti kebakaran ini,” ujar Sarwono, Senin (20/11/2023).
Luas area yang terbakar mencapai 125 hektare, meliputi kawasan hutan cemara yang menjadi bagian dari ekosistem penting di Gunung Bromo. Kebakaran ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan potensi wisata.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, proses pemulihan kawasan yang terbakar diperkirakan akan memakan waktu. Pihak TNBTS mengimbau kepada seluruh pengunjung dan masyarakat sekitar untuk selalu berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim kemarau.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian alam dan kesadaran akan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar hutan, termasuk untuk keperluan pembakaran arang, perlu terus digalakkan guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
