Anjing Pelacak Bikin Tiga Pilot Terancam Denda Rp4 Juta di Selandia Baru

Heni Maulidya

Auckland – Kejelian seekor anjing pelacak bernama Sophie berujung pada sanksi denda bagi tiga pilot yang mendarat di Bandara Internasional Auckland, Selandia Baru. Ketiga pilot tersebut terpaksa merogoh kocek hingga NZ$400 atau setara dengan Rp4 juta karena kedapatan membawa barang yang tidak dideklarasikan.

Sophie, anjing labrador retriever hitam yang bertugas sebagai anjing detektor biosekuriti, berhasil mengendus sejumlah barang berisiko yang dibawa oleh awak pesawat dan penumpang. Bukan karena kenakalan anjing tersebut, melainkan karena para pilot dan penumpang lalai dalam melaporkan barang bawaan mereka kepada petugas bea cukai.

Kementerian Industri Primer (Ministry for Primary Industries/MPI) Selandia Baru merinci bahwa Sophie mendeteksi salah satu pilot membawa salad sayuran mentah. Pilot kedua diketahui membawa buah pisang, sementara pilot ketiga kedapatan membawa sandwich ayam. Ketiga pelanggaran ini berujung pada pemberian infringement notice atau surat peringatan, yang masing-masing dikenakan denda sebesar NZ$400.

Juru bicara MPI menegaskan bahwa insiden ini menjadi bukti bahwa aturan biosekuriti Selandia Baru berlaku universal, tanpa memandang status atau profesi siapa pun yang memasuki negara tersebut. "Tidak ada yang kebal dari pembatasan biosekuriti Selandia Baru atau dari penciuman anjing kami," tegas MPI, mengutip laporan dari media Stuff.

Peran anjing detektor seperti Sophie sangat krusial dalam upaya Selandia Baru menjaga ketat aturan biosekuriti. Negara ini memiliki peraturan yang sangat ketat untuk mencegah masuknya hama dan penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian, lingkungan, serta perekonomian negara. Keberhasilan Sophie dalam mendeteksi barang terlarang tidak hanya berhenti pada awak pesawat. Ia juga berhasil menemukan buang pinang segar dan daun pisang yang dibawa oleh seorang penumpang. Penumpang tersebut pun bernasib sama dengan para pilot, yaitu dikenai denda sebesar NZ$400.

Bagi para pelancong internasional yang hendak mengunjungi Selandia Baru, penting untuk memahami dan mematuhi aturan biosekuriti yang berlaku. Sesuai informasi dari situs resmi Pemerintah Selandia Baru, setiap pengunjung wajib menjawab pertanyaan terkait riwayat perjalanan dan barang bawaan saat tiba di negara tersebut. Ketidakjujuran dalam deklarasi atau kelalaian melaporkan barang-barang yang dilarang dapat berakibat langsung pada pengenaan denda.

Anjing detektor memainkan peran vital dalam menjaga Selandia Baru dari ancaman organisme berbahaya yang dapat terbawa melalui barang-barang seperti buah segar, sayuran, produk daging, tumbuhan, dan produk biologis lainnya. Tanpa pemeriksaan dan deklarasi yang memadai, barang-barang tersebut berpotensi membawa penyakit atau hama yang merusak.

Otoritas biosekuriti mengimbau seluruh turis internasional untuk selalu mendeklarasikan barang-barang yang berpotensi menimbulkan risiko. Hal ini mencakup makanan, produk hewani, tumbuhan dan produk turunannya, serta obat-obatan yang mengandung bahan biologis. Selain itu, peralatan yang digunakan untuk aktivitas luar ruangan seperti peralatan pertanian, memancing, atau berburu juga perlu dilaporkan. Jika ragu mengenai status suatu barang, penumpang disarankan untuk tetap melaporkannya dan meminta klarifikasi dari petugas.

MPI menekankan bahwa deklarasi yang keliru, meskipun tidak disengaja, tetap dapat berujung pada denda sebesar NZ$400. Sementara itu, tindakan penyelundupan barang biosekuriti secara sengaja dapat dikenakan sanksi yang lebih berat, meliputi denda maksimal NZ$100.000 atau setara dengan lebih dari Rp1 miliar, serta ancaman hukuman penjara hingga lima tahun.

Menanggapi dedikasi dan keberhasilan Sophie dalam menjalankan tugasnya, MPI memberikan apresiasi berupa hadiah atas kerja kerasnya. "Teruskan kerja luar biasamu, Sophie," ujar perwakilan MPI, menggarisbawahi kontribusi berharga dari anjing detektor tersebut dalam menjaga keamanan biosekuriti Selandia Baru. Keberhasilan Sophie menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa aturan biosekuriti harus selalu menjadi prioritas utama saat memasuki sebuah negara.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All