Ancaman Nyata di Jakarta Timur: Jalan Amblas Pulo Gadung Meluas, Warga Resah

Heni Maulidya

Jakarta Timur – Kondisi jalan amblas di bantaran Kali Pulo Gadung, Jakarta Timur, semakin mengkhawatirkan warga. Kerusakan yang telah berlangsung selama lima bulan, sejak April 2026, kini dilaporkan kian meluas dan bergeser mendekati badan kali.

Ketua RT 11 RW 03 Pulo Gadung, Warjono, menyampaikan kekhawatiran warga. Ia menjelaskan bahwa awalnya kerusakan hanya terjadi pada sebagian kecil jalan. Namun, seiring waktu, pergeseran tanah membuat jalan tersebut semakin melebar.

"Awalnya amblas hanya sedikit, namun setiap hari terus bergeser dan semakin melebar," ujar Warjono pada Senin (6/7). Ia menambahkan bahwa jalan tersebut telah rusak selama lima bulan tanpa adanya penanganan.

Warga setempat sangat khawatir kerusakan yang kian parah ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Potensi adanya korban jiwa menjadi momok menakutkan jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut. Warjono memperkirakan panjang jalan yang amblas kini mencapai hampir 100 meter.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, warga bersama pengurus lingkungan telah mengambil langkah antisipatif. Akses jalan tersebut ditutup total untuk kendaraan roda empat.

Saat ini, hanya sepeda motor yang masih diizinkan melintas. Namun, pengguna jalan harus bergantian karena sisa lebar jalan hanya sekitar satu meter. Situasi ini tentu sangat memengaruhi aktivitas warga sehari-hari.

"Ini berdampak pada lingkungan dan warga sekitar baik kendaraan roda empat maupun roda dua, pedagang UMKM, jadi mereka tidak bisa lewat sini, harus berputar," jelas Warjono. Ia menegaskan bahwa jalan ini merupakan akses utama bagi banyak pengguna jalan.

Jalan yang amblas tersebut juga merupakan jalur alternatif penting. Banyak masyarakat menggunakannya sebagai akses utama menuju permukiman dan berbagai aktivitas ekonomi.

Warjono menduga penyebab utama kerusakan ini adalah pengerukan Kali Pulo Gadung yang dilakukan terlalu dalam. Aktivitas tersebut diduga membuat struktur tanah di bantaran kali menjadi tidak stabil. Akibatnya, tanah mengalami longsor bertahap yang menyeret badan jalan.

"Awalnya sedikit hanya segini aja, bergeser mungkin makin lama seperti ini," ucap Warjono menggambarkan kondisi awal kerusakan.

Meskipun belum ada laporan rumah warga yang terdampak pergeseran tanah, beberapa fasilitas lingkungan sudah mulai merasakan dampak dari kerusakan jalan ini. Kondisi ini membutuhkan perhatian segera dari pihak berwenang.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All