Friday, 17 July 2026
BREAKING
POLITIK

Ancaman Mandeknya Program Buku Perpusnas Akibat Pemotongan Anggaran, Keluhan Disampaikan ke DPR

Oleh Danu Ilham July 17, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Program distribusi buku yang digagas oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menghadapi ancaman serius untuk terhenti. Imbas dari kebijakan efisiensi anggaran, kelangsungan program yang menjangkau berbagai titik literasi ini terancam mandek. Perpusnas menyampaikan keprihatinan mendalam atas potensi terganggunya penyediaan bahan bacaan berkualitas kepada publik.

Dalam presentasinya di hadapan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (5/9/2023), Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengungkapkan bahwa program distribusi buku tidak hanya menyasar desa-desa. Jangkauannya pun sangat luas, mencakup taman baca masyarakat, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), hingga taman literasi. Setiap titik penerima, menurut Syarif Bando, akan mendapatkan alokasi sebanyak 1.000 eksemplar buku.

“Tentu saja, program ini sangat penting untuk meningkatkan literasi di berbagai lapisan masyarakat. Namun, dengan adanya efisiensi anggaran, kami khawatir program ini akan terhambat atau bahkan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Syarif Bando dalam audiensi tersebut. Ia menekankan bahwa distribusi buku ini merupakan salah satu pilar utama Perpusnas dalam memerangi buta aksara dan menumbuhkan budaya membaca.

Lebih lanjut, Syarif Bando menjelaskan bahwa pemotongan anggaran tersebut berpotensi memengaruhi skala dan frekuensi distribusi buku. Hal ini tentu berdampak langsung pada ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat yang sangat bergantung pada program ini. “Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjangkau lebih banyak lokasi, namun kebijakan efisiensi ini menjadi tantangan berat,” tambahnya.

Kepala Perpusnas berharap agar DPR dapat mempertimbangkan kembali dampak dari efisiensi anggaran terhadap program-program strategis seperti distribusi buku. Ia menggarisbawahi bahwa investasi dalam literasi merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. “Kami meminta dukungan agar program ini tetap bisa berjalan, karena manfaatnya sangat besar bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” pungkas Syarif Bando.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait