Warga di distrik Nuwakot, Nepal, kembali menghadapi ancaman evakuasi menyusul meningkatnya ketinggian air danau yang terbentuk akibat longsor di perbatasan Nepal-Tibet. Situasi ini memaksa penghentian sementara operasi penyelamatan yang sedang berlangsung.
Danau yang terbentuk akibat runtuhnya material tanah dan batu ini diketahui mulai meluap, meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang susulan yang dapat membahayakan permukiman di sekitarnya. Peringatan evakuasi dini telah dikeluarkan oleh pihak berwenang setempat untuk memastikan keselamatan warga.
Kepala Distrik Nuwakot, Surya Narayan Shrestha, menyatakan bahwa situasi danau terus dipantau secara ketat. “Ketinggian air terus meningkat dan kami tidak bisa mengambil risiko. Evakuasi adalah langkah pencegahan terbaik saat ini,” ujar Shrestha. Ia menambahkan bahwa operasi penyelamatan korban longsor sebelumnya terpaksa ditunda demi memprioritaskan keselamatan tim penyelamat dan warga yang berada di zona merah.
Longsor yang membentuk danau ini terjadi pada hari Sabtu, 15 Juli 2023, di wilayah Rasuwa, yang berbatasan langsung dengan Tibet, Tiongkok. Runtuhan material tersebut dilaporkan memblokir aliran Sungai Trishuli, menciptakan genangan air yang luas dan berpotensi menimbulkan bencana jika bendungan alam yang terbentuk jebol.
Seorang warga Nuwakot, Ramesh Thapa, mengungkapkan kecemasannya. “Kami baru saja mulai pulih dari trauma longsor, sekarang kami harus mengungsi lagi. Kami berharap situasi ini segera teratasi dan kami bisa kembali ke rumah dengan aman,” tuturnya.
Pemerintah Nepal, bekerja sama dengan badan penanggulangan bencana dan bantuan internasional, terus berupaya mencari solusi teknis untuk mengelola ketinggian air danau. Namun, kondisi geografis dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan situasi darurat ini.
