Alex Marquez mengungkapkan sebuah alasan unik yang membuatnya enggan untuk menjadi pemenang ke-13 yang berbeda di Sirkuit Silverstone pada gelaran MotoGP akhir pekan ini. Angka “13” tersebut, baginya, menyimpan sebuah pertanda yang ingin dihindarinya.
Pembalap Gresini Racing ini menyadari bahwa potensi kemenangannya di Silverstone akan mencatatkan dirinya sebagai pembalap ke-13 yang berbeda meraih podium tertinggi di sirkuit legendaris Inggris tersebut. Statistik ini, meskipun terdengar mengesankan, justru menimbulkan keraguan tersendiri bagi Marquez.
Menurutnya, sejarah MotoGP di Silverstone menunjukkan pola yang menarik, di mana tidak ada pembalap yang pernah berhasil memenangkan balapan di sana dua kali berturut-turut dalam beberapa musim terakhir. “Saya pikir, itu adalah statistik yang menarik,” ujar Alex Marquez seperti dikutip dari Crash.net. “Saya akan mencoba untuk memecahkannya, tetapi saya tidak ingin menjadi orang ke-13 yang menang di Silverstone. Itu angka yang buruk,” tambahnya dengan nada bercanda.
Marquez, yang saat ini menduduki posisi ke-10 dalam klasemen sementara MotoGP, memiliki rekam jejak yang solid di berbagai sirkuit, termasuk kemenangan di MotoGP Aragon pada tahun 2020. Namun, Silverstone memiliki catatan tersendiri yang membuatnya sedikit waspada.
Ia mengakui bahwa sirkuit Silverstone memiliki karakteristik yang unik dan menantang. Kehadiran banyak pembalap yang mampu bersaing di level teratas menjadi bukti bahwa persaingan di kelas MotoGP sangat ketat. “Selalu ada banyak pembalap yang bisa menang di sini, dan sejarahnya menunjukkan bahwa tidak ada yang benar-benar mendominasi dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Marquez.
Meskipun demikian, Alex Marquez menegaskan bahwa ia tetap akan memberikan performa terbaiknya. “Saya akan mencoba untuk bersaing, tetapi jika saya menang, saya tidak ingin menjadi yang ke-13,” tegasnya sambil tersenyum. Fokusnya tetap pada kompetisi, namun diselipi sebuah keyakinan pribadi yang unik terkait keberuntungan di lintasan Silverstone.
