Al-Qur’an Al-Akbar Palembang: Keajaiban Ukiran Tembesu, Ikon Wisata Religi Dunia dari Bumi Sriwijaya

Muzairi M

Palembang, Sumatera Selatan – Kota Palembang, yang masyhur dengan kekayaan sejarah Sriwijaya dan kuliner khas pempek, menyimpan permata wisata religi mendunia: Al-Qur’an Al-Akbar. Mahakarya kaligrafi ukir kayu tembesu ini bukan sekadar mushaf raksasa, melainkan perpaduan harmonis antara nilai spiritual, keindahan seni ukir Palembang, dan warisan budaya yang terus memikat pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

Keunikan Al-Qur’an Al-Akbar terletak pada ukurannya yang monumental. Dibuat dari kayu tembesu pilihan, material khas Sumatera Selatan yang terkenal akan kekuatan dan ketahanannya, mushaf ini menjadi yang terbesar di dunia berbahan kayu. Proses pembuatannya merupakan sebuah dedikasi luar biasa. Gagasan brilian ini lahir dari KH Oesman Madani, seorang ulama sekaligus seniman kaligrafi Palembang.

Semangat untuk mencintai dan melestarikan Al-Qur’an serta seni ukir tradisional daerah mendorong beliau untuk mewujudkan ambisinya. Setelah merampungkan pekerjaan kaligrafi di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang pada tahun 2002, ide membuat mushaf berukuran raksasa mulai terwujud.

Proses pengerjaan yang memakan waktu enam tahun, dari 2002 hingga 2008, melibatkan sekitar 20 pengukir terampil. Mereka secara manual mengukir setiap ayat suci Al-Qur’an dengan sentuhan ornamen khas Palembang berwarna emas. Hasilnya adalah perpaduan seni kaligrafi dan ukiran yang memukau, memancarkan keindahan spiritual.

Setelah selesai, mushaf raksasa ini sempat dipamerkan di Masjid Agung Palembang selama dua tahun. Periode ini dimanfaatkan untuk menyerap masukan dari para ulama dan masyarakat. Akhirnya, Al-Qur’an Al-Akbar menemukan rumah permanennya di kawasan Pondok Pesantren Al-Ihsaniyah, Gandus, Palembang.

Secara fisik, Al-Qur’an Al-Akbar terbagi menjadi 30 juz, terwujud dalam 630 halaman atau 315 lembar papan kayu. Setiap lembar memiliki dimensi monumental, sekitar 177 sentimeter kali 140 sentimeter, dengan ketebalan mencapai 2,5 sentimeter. Total penggunaan kayu tembesu untuk mahakarya ini diperkirakan mencapai 40 meter kubik.

Keberadaan Al-Qur’an Al-Akbar bukan hanya menjadi ikon wisata religi, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Ia menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai religius dapat berpadu indah dengan kekayaan seni dan budaya lokal, menciptakan sebuah warisan yang tak ternilai harganya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All