Thursday, 3 September 2026
BREAKING
BERITA

Aktivitas Manufaktur ASEAN: Filipina dan Thailand Unggul, Indonesia Melambat di Agustus 2026

Oleh Emanuel September 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

ASEAN menyaksikan kelanjutan ekspansi sektor manufaktur pada Agustus 2026, namun performa antarnegara menunjukkan perbedaan signifikan. Filipina dan Thailand memimpin dengan laju pertumbuhan yang pesat, sementara Indonesia mengalami perlambatan.

Menurut laporan dari S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Filipina melonjak ke angka 54,2 pada Agustus 2026, menandai peningkatan yang kuat dari bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya ekspansi yang lebih cepat dibandingkan Juli 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan pesanan baru yang signifikan, yang mencapai level tertinggi sejak Januari 2023.

Di sisi lain, Thailand juga mencatat performa positif dengan PMI manufaktur sebesar 51,1 di bulan yang sama. Meskipun sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 51,6, angka ini masih berada di atas ambang batas 50, yang mengindikasikan adanya ekspansi. Peningkatan produksi dan pesanan baru menjadi kontributor utama bagi performa manufaktur Thailand.

Berbeda dengan kedua negara tersebut, Indonesia justru memperlihatkan tren perlambatan. PMI manufaktur Indonesia tercatat di angka 51,7 pada Agustus 2026, turun dari 52,1 pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini terutama disebabkan oleh penurunan pesanan baru dan produksi yang melambat. “Perlambatan ini mengindikasikan adanya tantangan dalam mendorong pertumbuhan lebih lanjut di sektor manufaktur Indonesia,” ujar Ekonom S&P Global, Lewis McQuillan.

McQuillan menambahkan, “Meskipun ada beberapa area yang menunjukkan tanda-tanda positif, secara keseluruhan, data Agustus 2026 menunjukkan gambaran yang beragam di seluruh kawasan ASEAN. Filipina dan Thailand menunjukkan momentum yang kuat, sementara Indonesia perlu mengatasi hambatan yang ada untuk kembali meningkatkan laju ekspansinya.” Ia juga mencatat bahwa ada peningkatan dalam jumlah pekerjaan di sektor manufaktur Filipina, sementara Thailand mengalami kenaikan yang lebih moderat.

Tantangan yang dihadapi Indonesia terlihat dari penurunan pesanan baru yang cukup signifikan, yang berdampak pada terhambatnya laju produksi. Hal ini berbeda dengan Filipina yang justru mengalami lonjakan pesanan baru, mendorong peningkatan produksi dan aktivitas manufaktur secara keseluruhan. Thailand, meskipun melambat sedikit, masih mampu mempertahankan pertumbuhan positif berkat kombinasi pesanan baru dan produksi yang tetap ekspansif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp