Tim nasional Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan krusial 1-0 atas Swedia dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung sengit di Stadion MetLife, Selasa (30/6) waktu setempat atau Rabu (1/7) dini hari WIB. Gol semata wayang yang dicetak oleh sang kapten, Kylian Mbappe, menjadi pembeda sekaligus penutup manis bagi dominasi Les Bleus sepanjang 45 menit pertama pertandingan.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dengan intensitas permainan yang sangat tinggi. Kylian Mbappe dan rekan-rekannya mencoba membongkar pertahanan rapat Swedia melalui kombinasi umpan pendek dan transisi cepat dari lini tengah. Meski demikian, Swedia tidak tinggal diam dan sempat memberikan ancaman balik melalui percobaan tembakan tepat sasaran yang sempat menguji kesiapan lini belakang Prancis di awal laga.
Memasuki 15 menit jalannya pertandingan, tensi laga tetap terjaga dengan ketat namun minim peluang emas yang tercipta. Kedua kesebelasan tampak sangat berhati-hati dalam mengalirkan bola, terbukti dengan minimnya ancaman berbahaya ke arah gawang hingga pertengahan babak. Pada menit ke-19, Bradley Barcola sempat mencoba peruntungan melalui sepakan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Swedia yang dikawal Jacob Widell Zetterstrom.
Drama sempat terjadi sesaat kemudian ketika Kylian Mbappe berhasil menyarangkan bola ke gawang Swedia pada menit ke-20. Sayangnya, kegembiraan para pendukung Prancis harus tertahan lantaran wasit Danny Mekkelie menganulir gol tersebut. Berdasarkan tinjauan, Mbappe dinilai berada dalam posisi offside saat menerima umpan terobosan. Tayangan ulang memperlihatkan bahwa bagian tubuh dan tangan bintang Real Madrid tersebut sedikit lebih maju dibandingkan pemain terakhir Swedia.
Selepas jeda rehidrasi, ritme pertandingan meningkat drastis dengan kedua tim saling jual beli serangan. Prancis kembali menekan pertahanan lawan melalui Adrien Rabiot pada menit ke-30. Gelandang tersebut melepaskan tembakan spekulatif yang keras dan terarah, namun Jacob Widell Zetterstrom tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan krusial untuk menepis bola menjauh dari gawangnya.
Ketegangan di Stadion MetLife memuncak dua menit berselang saat Mbappe kembali mendapatkan peluang emas. Berhasil lepas dari kawalan bek lawan, tembakan pemain bintang tersebut sayangnya hanya membentur mistar gawang. Frustrasi atas peluang yang terbuang, Mbappe tampak sangat kecewa hingga berteriak histeris di lapangan hijau. Momen tersebut seolah menjadi alarm bagi Swedia bahwa pertahanan mereka berada dalam ancaman konstan.
Puncak dari gempuran Prancis terjadi pada menit ke-36 melalui aksi akrobatik Michael Olise. Pemain kreatif tersebut mencoba peruntungan dengan melakukan tendangan salto yang indah, namun lagi-lagi bola menghantam tiang gawang. Bola muntah yang liar sempat disambar oleh Ousmane Dembele, namun sepakan lanjutan tersebut masih melenceng dari sasaran, membuat skor kacamata tetap bertahan.
Kylian Mbappe akhirnya memecah kebuntuan tepat pada menit ke-45, menutup babak pertama dengan keunggulan bagi Prancis. Memanfaatkan celah di sisi pertahanan Swedia, Mbappe melepaskan tembakan melengkung akurat yang mengarah langsung ke pojok gawang lawan tanpa bisa dijangkau oleh penjaga gawang. Gol ini disambut sorak sorai pendukung Les Bleus yang memadati stadion dan memastikan tim asuhan pelatih Prancis tersebut unggul 1-0 saat turun minum.
Keunggulan tipis ini memberikan keuntungan psikologis bagi Prancis untuk menghadapi babak kedua. Meski demikian, Swedia yang dipimpin oleh penyerang tajam seperti Alexander Isak dan Viktor Gyokeres diprediksi akan mengubah taktik untuk menyamakan kedudukan. Dengan materi pemain yang dimiliki, Swedia dipastikan tidak akan menyerah begitu saja dan bakal memberikan perlawanan yang lebih agresif demi menjaga asa mereka melaju ke babak selanjutnya di ajang Piala Dunia 2026 ini.
Sepanjang babak pertama, Prancis tampil dengan formasi andalan yang mengandalkan soliditas Mike Maignan di bawah mistar gawang, didukung oleh kuartet bek tangguh Jules Kounde, Dayot Upamecano, William Saliba, dan Lucas Digne. Sementara itu, lini tengah yang digalang oleh Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot mampu menjaga ritme permainan, memberi ruang bagi trio penyerang Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Bradley Barcola untuk terus menekan pertahanan Swedia.
Di sisi lain, Swedia yang mengandalkan Jacob Widell Zetterstrom sebagai palang pintu terakhir harus bekerja ekstra keras menghadapi gempuran Prancis. Lini belakang yang digawangi Gustaf Lagerbielke, Victor Lindelof, Gabriel Gudmundson, dan Daniel Svensson terbukti cukup disiplin meski akhirnya harus kecolongan oleh aksi individu kelas dunia dari Mbappe. Pertarungan taktik antara kedua pelatih diprediksi akan semakin panas di babak kedua nanti, mengingat satu gol tambahan bisa mengubah total jalannya pertandingan dan nasib kedua negara di turnamen empat tahunan ini.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama, Prancis berhasil menjaga keunggulan 1-0 atas Swedia. Pertandingan babak 32 besar ini menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026, di mana setiap detail kecil dan aksi magis pemain bintang dapat menjadi penentu kemenangan. Semua mata kini tertuju pada babak kedua yang akan menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke fase berikutnya.











