Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
BERITA

AI Promosikan Produk di E-commerce, Pedagang Keluhkan Kerugian Akibat Informasi Keliru

Oleh Emanuel September 1, 2026 51 minutes lalu 0 komentar

Munculnya fitur promosi berbasis kecerdasan buatan (AI) di platform e-commerce kini menuai kekhawatiran di kalangan pedagang. Laporan menunjukkan bahwa video promosi yang dihasilkan AI kerap memuat informasi yang tidak akurat dan menampilkan produk dengan cara yang menyesatkan, berujung pada kerugian bagi para penjual.

Dampak negatif ini utamanya disebabkan oleh ketidakakuratan data yang digunakan AI dalam menghasilkan materi promosi. Alih-alih membantu, fitur ini justru berpotensi menciptakan kesalahpahaman di antara konsumen. Seorang penjual, sebut saja Budi, yang berjualan aneka kerajinan tangan di Tokopedia, mengeluhkan bagaimana video promosi AI menampilkan produknya dengan dimensi yang berbeda dari ukuran sebenarnya.

“Awalnya saya pikir ini bagus, bisa bantu promosi. Tapi ternyata AI-nya salah paham soal ukuran. Di video promosi itu, tas kecil saya kelihatan sebesar tas punggung. Banyak pembeli yang komplain karena barang yang diterima tidak sesuai ekspektasi visual,” ujar Budi pada Senin (27/5).

Kesalahan informasi tidak hanya terbatas pada dimensi fisik. Beberapa penjual juga melaporkan bahwa AI salah mengartikan deskripsi produk, sehingga informasi yang disampaikan dalam video promosi menjadi rancu. Misalnya, sebuah produk makanan ringan yang seharusnya tidak mengandung bahan tertentu, justru dipromosikan oleh AI seolah-olah mengandung bahan tersebut.

Hal ini menimbulkan dilema bagi pedagang. Di satu sisi, mereka dihadapkan pada teknologi yang diklaim dapat meningkatkan penjualan, namun di sisi lain, implementasinya justru berisiko merusak reputasi toko dan menimbulkan biaya tambahan akibat retur barang. Platform e-commerce sendiri belum memberikan solusi konkret terkait masalah ini, membuat para pedagang merasa dibiarkan menghadapi kerugian.

Menurut data yang dihimpun dari berbagai grup diskusi pedagang daring, setidaknya ada 30% penjual yang mengalami penurunan pesanan atau peningkatan komplain sejak fitur promosi AI diluncurkan beberapa bulan lalu. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah jika tidak ada perbaikan signifikan dari sisi akurasi dan keandalan teknologi AI yang digunakan.

Seorang pedagang aksesoris ponsel, Siti, menambahkan, “Bukan cuma soal tampilan, kadang AI juga salah menyebutkan fitur. Saya jual casing HP yang anti gores, tapi di video AI-nya malah bilang tahan banting sampai jatuh dari ketinggian 10 meter. Pembeli jadi bingung mau percaya yang mana.”

Para pedagang berharap agar pihak platform e-commerce segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap algoritma AI yang digunakan. Mereka menginginkan fitur promosi yang lebih akurat dan dapat diandalkan, sehingga benar-benar memberikan manfaat, bukan justru menjadi sumber masalah baru dalam kegiatan jual beli daring.

Bagikan: Facebook X WhatsApp